Baca Selanjutnya Di: http://entry44.blogspot.com/2010/04/cara-membuat-link-berkedip-saat-kursor.html#ixzz1NzR3zzVK simfony jiwa

Translate

lagi nge-hop

Tuesday, April 26, 2011

situasi abusif

Pernah nggak kalian mengalami dalam hubungan ma orang lain anda mengalami kekerasan entah psikis/jiwa atau pun secara fisik. misal dalam pacaran, dia kasar terhadap anda dalam segi perkataan. lalu kalian sama-sama membuat keputusan untuk putus. Namun lama kelamaan anda merasa situasi itu membuat anda ketagihan, dan mengingatnya. ingin sekali dekat lagi sama orang tersebut. Nah, ini yang saya maksud dengan SITUASI ABUSIF.


Abuse (http://www.rumahshine.org) adalah suatu tindakan dimana seseorang, dengan sengaja menyalah-gunakan, memanfaatkan, memperlakukan  orang lain secara tidak pantas dan tidak wajar tanpa memikirkan perasaan dan diri orang tersebut.  Perlakuan ini merendahkan keberadaan diri korban.

Pelaku abuse memperdayakan, mengontrol,  memanipulasi, dan memaksa korban-korbannya sedemikian rupa sehingga mereka akan tunduk dan mengikuti keinginan pelaku abuse. Pelaku abuse memperdayakan korban-korbannya dengan berbagai macam cara,antara lain:
  • Verbal: Tindakan yang bertujuan untuk merendahkan, menghina atau/ dan memanipulasi orang lain dengan menggunakan kata-kata.  Contoh: ucapan menyakitkan, kata-kata kotor, bentakan, penghinaan, ancaman.  Verbal abuse adalah bentuk aniaya yang berbahaya karena dampaknya tidak langsung terlihat dan biasanya tersimpan dalam pikiran dan perasaan korban dalam jangka waktu yang lama dan sulit untuk di deteksi.  Korban pun banyak yang tidak menyadari secara langsung sehingga bentuk aniaya ini bisa terjadi untuk periode yang panjang.  Korban bisa kehilangan jati diri dan merasa diri tidak berarti.
  • Psikologis dan Emosional: Tindakan yang bertujuan untuk mempermainkan, mempengaruhi dan memanipulasi kondisi emosi dan pikiran seseorang.  Dengan “mind-games” seperti ini, pelaku memaksa korban untuk patuh akan tuntutan dan permintaan pelaku.  Biasanya menimbulkan gejolak emosi dan luka batin yang luar biasa pada diri korban.  Sama seperti Verbal Abuse, tipe aniaya ini juga sulit untuk di deteksi karena tidak menimbulkan luka pada tubuh.
  • Fisik: tindakan yang bertujuan untuk melukai, menyiksa atau menganiaya orang lain dengan menampar, memukul, menjambak, mendorong secara kasar, menginjak, menendang, mencekik, melempar benda keras atau tajam.
  • Seksual: tindakan yang bernuansa seksual, termasuk berbagai perilaku yang tidak di-inginkan: pelecehan seksual sampai pemaksaan hubungan seksual (pemerkosaan).
  • Ekonomi: dalam bentuk penelantaraan ekonomi; tidak diberi nafkah secara rutin atau dalam jumlah yang cukup, membatasi atau melarang untuk bekerja sehingga korban di bawah kendali orang tersebut.

Abuse bisa terjadi didalam komunitas apa saja dan tidak terbatas pada tempat tertentu: di rumah (KDRT, pemerkosaan terhadap pasangan, incest), sekolah (bully), kantor (sexual harassment), bahkan komunitas agama dan lainnya.

Kasus kekerasan seksual pada anak, saat ini sedang hangat-hangatnya beredar di masyarakat. Hal ini acap kali menimbulkan keresahan di masyarakat. Pasalnya, kasus seperti ini bisa menimpa masyarakat dari jenjang manapun. Lalu bagaimana sikap umat Islam semestinya? Menjawab hal ini, Lembaga Pengkajian Islam (LPI) Salman ITB akan mengadakan diskusi bertema “Kekerasan Seksual pada Anak” pada hari Sabtu, 30 januari 2009 pukul 09.00 di Gedung Sayap Selatan (GSS) D Masjid Salman ITB. Adapun pembicara kajian ini adalah Iip Fariha, M.Psi, psikolog dan Samseo Basaroedin, BE, staff Ahli Pembina YPM Salman ITB(http://salmanitb.com).
Siapa saja pelaku abuse? Pelaku abuse bisa pria atau perempuan.  Biasanya adalah orang-orang yang mempunyai hubungan yang cukup dekat atau mempunyai pengaruh yang cukup kuat dengan mangsa/korbannya: teman, pacar, guru, anggota keluarga (orang tua, kakak, adik, paman, bibi,  kakek, nenek).  Abuse bisa terjadi atas anak-anak, dewasa, bahkan lansia.


Abuser adalah salah satu orang yang paling menarik yang akan anda temui, dan dengan penampilan dan sikapnya anda akan beranggapan dia adalah orang yang bisa mencintai dan mendukung pasangannya.”

“Saya di abuse oleh istri saya selama 37 tahun.  Dia selalu bisa menyembunyikan hal ini dari orang lain.  Orang-orang tidak pernah bisa percaya ketika saya memberitahukan mereka akan perlakuan istri saya”(www.suite101.com)

Sungguh suatu hal yang menyeramkan bahwa orang-orang yang pandai memikat, menarik dan sangat mendukung bisa berubah menjadi binatang buas yang sedang mencari mangsa.  Tentunya, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang berperilaku seperti itu adalah abuser.  Sebagian dari mereka adalah orang yang benar-benar tulus dan baik hatinya.  Jadi, bagaimana kita membedakan abuser dari orang-orang yang tulus hatinya?

Di bawah ini adalah fakta karakter yang mungkin bisa membantu kita mengidentifikasi orang yang berpotensi menjadi abuser:
  • Kita tidak bisa mengenali abuser hanya dari penampilannya saja.
  • Sebagian orang percaya bahwa pelaku berasal dari kaum miskin, yang diasuh dengan kekerasan. Sebenarnya mereka berasal dari semua tingkatan sosial-ekonomi: kaya dan miskin, dari berbagai latar belakang etnis dan ras. Pelaku juga bisa laki-laki atau perempuan, dan dalam  lingkup usia yang berbeda.
    • ·Mereka mempunyai rasa rendah diri atau tidak nyaman dengan dirinya.  Oleh karena itulah mereka perlu untuk mengendalikan lingkungan mereka dan orang-orang yang ada dalam lingkup pengaruhnya
    • Pelaku juga memiliki pandangan yang suka memegahkan diri. Mereka sering menunjukkan ketidakpedulian terhadap orang lain. Mereka pikir mereka lebih baik daripada orang lain, dan mereka sering mengungkapkan hal ini untuk mendapatkan pengaruh atas orang lain. Biasanya dalam hal ini, pelaku ingin mengambil peran sebagai pihak yang mempunyai kuasa sehingga mereka dapat menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain (atau menonjolkan diri supaya orang lain dapat melihat mereka). Itulah sebabnya dalam banyak kasus, pelaku dapat menjadi orang yang tidak dicurigai, orang-orang yang selalu dihormati; - guru, pemimpin agama, tokoh masyarakat, atau seseorang yang berpengaruh besar.
    • Pelaku dapat bersikap kebapakan atau keibuan. Pada awalnya mereka akan sangat peduli, menawarkan bantuan dan perlindungan, tapi ketika korban mulai bergantung pada pelaku, maka terungkaplah motif pelaku yang sesungguhnya. (baca artikel Alleged Killer Was Father Figure Who ‘Protected’ Kids)
      • ·Mereka suka memanipulasi, mengancam, dan mengontrol
      • ·Mereka suka mengatur, otoriter, dan menuntut.
      • ·Mereka sangat posesif dan protektif.
      • ·Mereka sering menjadi iri terhadap orang lain, terutama pada mereka yang mempunyai hubungan erat dengan korban, seperti pacar korban, pasangan, atau bahkan keluarga.
      • ·Mereka sangat mudah dibuat jengkel dan sangat sensitif terhadap kritik.
      • ·Pelaku memiliki kebutuhan untuk selalu diakui, mendapat pujian dan sanjungan.
      • ·Sering kali mereka memanipulasi korban dengan "berperilaku manis": memikat, penuh kasih, suka memberi. Dalam beberapa kasus, setelah melakukan abuse, para pelaku akan minta maaf sedalam-dalamnya dan menghujani korban dengan hadiah dan perhatian.
      • ·Mereka cenderung menganggap tindakan kekerasan sebagai suatu bentuk disiplin.
      • Mereka cenderung menyalahkan korban atas masalah mereka, sehingga korban akan merasa bersalah karena telah menimbulkan masalah.
      • Tidak ada penyesalan, selalu ada pembenaran untuk setiap kesalahan. Hanya ketika korban mengancam untuk meninggalkannya, maka ia akan berpura-pura menyesal. Ini sama seperti kasus dimana  seorang maling menyesal karena tertangkap basah  tetapi tidak menyesali apa yang telah di lakukannya.
      • Mereka membenarkan kekerasan sebagai bentuk disiplin.
      • Mereka biasanya pernah memiliki hubungan yang buruk. Jadi carilah informasi tentang hal tersebut.
      • Para pelaku cenderung memiliki “siklus”, di mana mereka beralih sikap dari orang yang ramah menjadi penuntut, mencari-cari dan menemukan kesalahan, lalu meluap marah, lalu beralih ke sikap menyesal, ketakutan ditinggal dan butuh bantuan.
      • Pelaku “menyakiti” korban-korban mereka di “balik pintu tertutup”. Dalam banyak kasus mereka menyembunyikan perilaku kasar mereka dengan sangat baik.
      • Pelaku biasanya suka menyakiti binatang, bahkan dengan pernah melakukan satu tindakan kekejaman pada binatang saja sudah dapat diindikasikan mempunyai kecenderungan perilaku tersebut.

saya punya pendapat, apabila anda berada pada posisi ini. coba ubah cara pola pikir kalian, dengan otak kiri anda(kesadaran, logika). Hal ini berbahaya untuk anda sendiri, anda akan terperangkap seperti seorang tawanan BANK yang menginginkan untuk bertahan hidup.

Banyak dari kita beranggapan bahwa tindakan ABUSE sama dengan KEKERASAN.  Pada kenyataannya, tindakan abuse lebih luas daripada kekerasan. Kekerasan hanyalah salah satu bentuk dari abuse.  Banyak sekali korban abuse tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam situasi ini sampai tindakan kekerasan itu terjadi atas mereka.  Oleh karena itu, marilah kita mempelajari dan mengerti tindakan apa saja yang termasuk di dalam definisi Abuse ini (www.rumahshine.org)


Menurut WHO, ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk beradaptasi dan berperilaku positif sehingga individu mampu menghadapi tuntutan dan tantangan kehidupan sehari-hari.  Ketrampilan tersebut antara lain:

  • Membuat keputusan dan menyelesaikan masalah
  • Berpikir kreatif dan berpikir kritis
  • Ketrampilan interpersonal dan berkomunikasi
  • Kesadaran diri dan empati
  • Mengatasi emosi dan stress
Kalau kita bisa memiliki ketrampilan hidup seperti yang disebutkan di atas, maka kita akan mudah untuk menjalani relasi dengan orang lain. Ketrampilan hidup ini tidak berdiri sendiri-sendiri tapi merupakan serangkaian yang terkait.

Dalam berelasi kita akan bertemu dengan pribadi yang berbeda-beda dan tentu saja mereka memiliki sifat yang berbeda. Tapi dengan memiliki ketrampilan ini maka kita akan mampu:

Bersikap asertif: kemampuan untuk menyatakan pikiran dan pendapat tanpa merendahkan pendapat orang lain. Sikap ini membantu kita untuk menyatakan isi perasaan kita kepada orang lain dan juga siap untuk menghadapi tekanan yang akan muncul.

Bernegoisasi : kemampuan untuk berdiskusi dengan  orang lain entah dalam hal bisnis, keluarga, sekolah, forum-forum dan lain sebagainya??Berpikir kritis: kemampuan untuk bisa mempelajari dan meilai potensial risiko pada berbagai situasi dan mampu mempertimbangkan mengapa mereka harus terlibat dalam keadaan tersebut.

Mengembangkan kesadaran diri dan harga diri: meningkatnya pengertianakan kekuatan diri, minat, tujuan dan prioritas hidup.??

Membangun komunitas: memiliki kelompok dukungan yang dapat menjadi sumber pendukung dan proteksi serta meolong kita dalam mengatasi tekanan.

Pelajaran dan aplikasi dari ketrampilan hidup perlu berkaitan erat dengan kenyataan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh jika kita mampu berkomunikasi secara asertif untuk menghadapi tekanan negatif dari lingkungan sosial, maka kita secara tidak langsung belajar cara yang dapat diterima oleh lingkungan tersebut. Secara otomatis itu melatih kita untuk bernegoisasi, membangun kesadaran diri, berpikir kritis dan membangun komunitas.

ok...SELAMAT mengaplikasikan, jangan salah dengan apa yang anda lakukan!BE ur self! hatimu akan menuntunmu ke arah yang benar. Jika ada hal yang tidak baik, pasti  akan ada tanda alarm (BINGUNG...)

Friday, April 8, 2011

Merencanakan Masa Depan karir bagi anak SMK


Okey, barangkali Anda yang membaca artikel ini berarti anda setahap lebih maju daripada mereka yang tak penasaran bagaimana cara anda mengetahui seberapa besar semangat anda dalam menggapai karir yang cemerlang di masa mendatang

Saya ucapkan selamat bagi anda yang bergabung! Simaklah, resapi dan focus kepada intruksi-intruksi yang dipaparkan dalam artikel ini. Percaya bahwa apa yang saya paparkan membuat perubahan besar di kehidupan anda dalam merencakan karir anda.

Siap untuk melanjutkan?!!Ya, oke lanjutkan.

Anda yang kelas XI atau XII adalah tipe anak usia remaja… menurut saya, antara umur 14 sampai 21 tahun merupakan umur remaja. Di mana anda dihadapkan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan pendewasaan. Sikap belajar menjadi dewasa setiap anda melangkah mengambil keputusan. Ketika anda dalam kisah percintaan (pacaran) anda memandang dengan sisi have fun (mumpung masih muda, seneng-senengnya aja). Heits,,tunggu sebentar!! Saya cegat dulu, kata-kata have fun… Anda mengerti apa yang saya pikirkan di sini?? Apakah anda pernah memikirkan akibat dari pacaran yang berlebihan? Tahukah apa itu?? Banyak survey membuktikan dari 10 orang siswa diantaranya 2 orang terdapat kasus hamil di luar nikah atau akibat dari pacaran berlebihan ada saja berbohong kepada orang lain (orang tua, teman, saudara). Seperti: menyelinapkan uang SPP untuk merayakan kesenangan anda dengan pacar anda, atau lain semacamnya. Apakah dari tidak merasakan alarm bahwa itu perbuatan yang bertentangan dengan hati nurani anda, semacam deg-deg-an takut ketahuan, takut bla-bla….

Anda termasuk orang yang memandang dari sisi have fun jika pertanyaan saya tadi jawabannya adalah benar. Jangan teruskan mulai detik ini!!
Yakinlah pada hati nuranimu…!

Hati nurani adalah gerbang menuju setahap lebih sukses. Solusi bagi anda yang melihat dari sisi have fun, adalah dengan memformat cara berpikir kalian. Meriset dari awal, bukan berarti kita melakukan dari awal lagi. Namun , yang saya maksudkan di sini adalah anda sadar pada diri anda bahwa apa yang anda lakukan sudahkah membuat orang yang disekeliling anda merasa nyaman berada dengan anda, merasa senang berteman dengan anda, merasa dipercaya pada orang-orang yang mengenal anda??sudahkah anda merasakannya??

Yang belum bisa merasakannya, bagaimana bu?? Okey, cermati baik-baik…
Apakah anda ingin meneruskan sikap anda yang menurut mereka menyebalkan, tapi menurut anda sudah baik??

Jika jawabannya tidak. Saya akan membantu membimbing anda dalam menentukan karir anda sedikit lebih maju daripada sebelumnya. Jika anda jawban anda ya, silahkan anda tinggalkan bacaan artikel ini dengan cepat. Saya membimbing orang yang mau tahan banting, he he he… ^_^ banting di sekolah kehidupan. Kalau sekolah formal biasanya tekanannya adalah nilai sekian…bla-bla….baru anda lulus sekolah atau naik ke kelas berikutnya. Namun, di sini niat anda adalah hal yang terpenting untuk modal awal menuju perencanaan karir yang matang.

Wahai para pembaca, anda tergolong orang yang diberi kegunaan, keinginan dan fasilitas yang tercapai…karena di luar sana tidak ada yang seberuntung anda. Cobalah untuk menengok orang yang kecil (anak jalanan, anak tukang pemungut sampah, dan lain sebagainya). Mereka membanting tulang untuk kehidupannya daripada pendidikannya, walaupun ada besar keinginan ingin menjadi seperti anda. Iba lah terhadap orang-orang itu, bukan untuk anda cemooh tapi untuk menuntun anda agar bersyukur itu perlu di niat anda sekarang. sudah sepantasnya anda dikarunia otak untuk berfikir, dan menjadi sesuai apa yang dikatakan Al-Kitab ,”manusia itu derajadnya paling tinggi.”

Jika anda berfikir anda orang yang bodoh karena nilai-nilai anda jelek, itu salah! Coba ubah dengan pemikiran, “Saya mampu, saya bisa capai nilai yang lebih baik sesuai keinginanku.” Lakukan perkataan ini berulang-ulang untuk menjadi semboyan anda dalam mencapai apa yang ingin anda raih sekarang. Seperti yel-yel di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo(Jawa Tengah). Anda bukan orang yang pemalas, namun anda hanya kurang fokus atau bisa jadi konsentrasi anda belum maksimal.

Bagaimana melatih konsentrasi anda? Otak terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berisi seperti: intuisi, warna, acak; sedangkan otak kiri berisi: logika. Penggunaan otak kiri biasanya seperti anda sedang bekerja menggunakan fisik itu penggunaannya 12%, sedangkan otak kanan seperti berkenalan dengan orang baru anda punya instink kalau orang tersebut punya niat jahat dan kebetulan memang benar, nah anda sudah menggunakan otak kanan anda dan itu penggunaannya 88%. Kenapa saya katakana 88%? Karena dominan 88% akan terwujud dari niat anda. Jika kita meniatkan pada sesuatu yang positif, nggak ada yang nggak mungkin bagi Allah SWT. 

Coba lakukan intruksi saya, jika anda menginginkan sesuatu sebelum anda tidur anda berdoa , “saya yakin bisa….” Kenapa saya katakana sebelum tidur? Karena saat kita tertidur kita berada di alam bawah sadar, dan 88% tersebut berada di posisi itu. Misalkan kita tidur dari jam 10 PM dan bangun jam 5 AM, penggunaan tidur selama 7 jam. Kadang ada kasus anda bermimpi buruk, tahu kenapa? Itu karena anda sebelum tidur memikirkan hal yang negative atau hal kurang bermanfaat yang mengakibatkan terbawa kea lam bawah sadar. Jika anda terus melakukan hal ini, menurut saya itu berbahaya. Misalkan anda membawa trauma atau rasa marah, kecewa kea lam bawah sadar, anda akan rugi. Saya berkata demikian untuk anda waspada, bahwa setiap rasa marah, kecewa atau trauma yang tak terselesaikan jiwa dan roh anda akan tidak sehat. Rumah Sakit Jiwa bisa penuh. He he he… ^_^

Oh ya, maaf kembali ke tank-top eh lep top ….topik kita mengenai perencanaan karir ya..Ok, dilanjut soal topic ini. Sebelumnya saya paparkan, kalian harus ingat satu hal bahwa kalian harus membebaskan pemikiran yang negative anda, jika anda ingin maju dan masa depan anda ingin cerah. Karena menurut Bobby De Porter dan Mike Hernacki yaitu pemikiran yang negative akan melemahkan diri sendiri. Sedangkan pemikiran yang positif akan memberikan semangat. Emosi positif meningkatkan kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri. Contoh kata-kata positif:
  • Aku tahu aku dapat melakukan pekerjaan ini.
  • Pikiranku secara unik selalu mampu melakukannya
  • Segala sesuatu mendukung dalam mencapai tujuanku.
  • Aku belajar sesuatu dari setiap kesalahan.
  • Otakku dalam semangat yang tinggi.

Lakukan hal ini dengan baik….bahan artikel berikutnya akan saya sampaikan part 2. ^_^ caiyooo!


Tuesday, March 29, 2011

kata-kata inspirasikuu, semangatku

(Sumber:http://www.facebook.com/#!/pages/KATA-KATA-HIKMAH/291202364354 )
Yakinlah..
Suatu saat kita akan sangat BERSYUKUR...
atas segala TERPAAN HIDUP yang kita jalani...
melalui segala UJIAN dan COBAAN HIDUP yang kita Hadapi,

...Karena semua itu adalah Bagian dari Rangkaian KEMULIAAN...
yang sedang dipersiapkan ALLAH buat kita.
JANGAN PUTUS ASA dan JANGAN LEMAH HATI..
ALLAH selalu BERSAMA orang yang SABAR & BERSERAH DIRI.

.::ZZ::.
Lihat Selengkapnya
24 Maret jam 13:43

"...aku berkata bahwa hidup memang kegelapan, jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan. Dan setiap pekerjaan akan sia-sia, jika tidak disertai cinta. Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri-diri orang lain - dan kepada Allah."( http://ega-full-heart.blogspot.com/2010/03/apakah-sudah-tau-makna-cinta.html)

Maka putuskanlah anda untuk berbahagia, karena dengannya semua fikiran, perasaan dan tindakan Anda akan berfokus kepada yang membahagiakan (Mario Teguh,2010)

PUTUSKANLAH untuk BERBAHAGIA......
Waktu yang terbaik untuk berbahagia adalah hari ini...dan pada suatu hari di surga nanti..
Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini...dan pada salah satu taman dari taman di surga kelak
Metode agar mendapat Kebahagiaan yang bertambah-tambah adalah dengan bersyukur..
Mengawetkan kebahagiaan adalah dengan lapang hati, ridho & merasa cukup....
Cara tercepat mendatangkan kebahagiaan adalah dengan memberikan kebahagiaan pada sesama..

Atau MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK BAHAGIA...???
Cara terbaik untuk menghilangkan kebahagiaan adalah dengan berma’siyat pada-Nya..
Cara menunda kebahagiaan adalah dengan memilih hari tertentu untuk bahagia..
Cara termudah merusak kebahagiaan adalah dengan menyakiti sesama…
Cara tersulit untuk berbahagia adalah dengan serakah & mementingkan diri sendiri…

Putuskanlah sendiri SEKARANG juga untuk menyelimuti hidup kita dengan kebahagiaan…
Pancarkan & bagi kebahagiaan kita SETIAP HARI pada semesta….

Friday, March 25, 2011

Meringankan Trauma Sang Anak

Kata trauma bukan kata Indonesia asli, asalnya dari khazanah kata bahasa Latin. Kita mengambilnya dari sumber bahasa Inggris. Maka marilah kita lihat kamus An English-Indonesian Dictionary, oleh John M .Echols dan Hassan Shadily, terbitan Cornell University Press, 1975. Menurut kamus tersebut arti dari kata trauma adalah luka berat. Tidak lengkap kalau kita tidak melihat KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA, yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, diterbitkan oleh Balai Pustaka, cetakan kedua, 1989. Begini penjelesannya mengenai kata trauma. TRAUMA artinya keadaan jiwa atau tingkah laku yang tidak normal, sebagai akibat dari tekanan jiwa atau cedera jasmani; atau bisa juga artinya, luka berat, luka jiwa (www.hamline.edu).

Trauma berasal dari bahasa Yunani yang berarti luka. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi akibat peristiwa yang dialami seseorang. Para Psikolog menyatakan trauma dalam istilah psikologi berarti suatu benturan atau suatu kejadian yang dialami seseorang dan meninggalkan bekas. Biasanya bersifat negative(http://lintas.me/p9zTR4eb).

Trauma bisa diartikan sebagai suatu peristiwa yang dialami seseorang dan peristiwa itu bermakna negatif. Trauma itu bisa menimbulkan perasaan-perasaan kurang nyaman, takut, khawatir, dan hal-hal berlebihan lainnya. Trauma ini acap berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya cukup menyedihkan dan menyakitkan. Bencana alam menjadi faktor pencetus trauma yang paling dominan saat ini. Trauma juga sangat berpengaruh pada kondisi fisik si anak. Menurut psikolog Dra Rahmitha P. Soendjojo, Psi berkata, "Bisa jadi ia enggak mau makan dan tidur, karena segalanya enggak enak. Jika dibiarkan anak pun akan merasa, kok, enggak ada yang menolongnya. Nah, kalau ini berulang berhari-hari, lama kelamaan dia akan putus asa." (Aura edisi 17/XVIII/27 Juli-2 Agustus 2006)

Banyak peristiwa bisa memicu munculnya gejala trauma pada anak. Salah satunya adalah bencana, seperti misalnya tragedi Situ Gintung. Tapi bisa juga peristiwa konflik, seperti kekerasan, kriminalitas, orang tua berpisah atau bertengkar secara terus-menerus. Gejala-gejala seperti apa dialami seorang anak (http://static.rnw.nl)

Ciri-ciri bisa berbentuk tiba-tiba menangis tanpa sebab. Tidak bisa tidur atau tidak bisa nyenyak. Tidak mau ditinggal barang sekejap, over sensitive, terhadap suara keras, tidak mau mendengar atau melihat segala sesuatu yang berkaitan dengan penyebab trauma dan sebagainya (http://id.shvoong.com)

Dari berbagai pengertian dan ciri-ciri trauma pada anak, kita bisa menyimpulkan sebuah tips untuk meringankan sedikit trauma (Aura edisi 17/XVIII/27 Juli-2 Agustus 2006).
1. Pelukan dan usapan
 Anak yang rentan sakit dan dalam keadaan ekstrem bisa meninggal. Karena itulah butuh pelukan, usapan, dan mengajak bicara si anak. Dan yang penting, jangan sampai perut si anak kosong.

2. Pemulihan fisik
Sebelum pemulihan psikologis, menurut Rahmitha, anak-anak korban bencana harus dipulihkan keadaan fisiknya. Jadi mereka harus di-recovery secara fisik lebih dulu. Kalau dia lapar dikasih makan, kedinginan dikasih baju,enggak tidur disuruh tidur, dan sakit dikasih obat. Hal-hal seperti ini harus dipenuhi dulu. Setelah kondisi fisik si kecil teratasi, baru melangkah ke hal-hal lain. Itu karena pemulihan psikologis tidak akan banyak berarti jika kondisi fisik anak lemah. Misalnya saja, bagaimana mungkin mengajak anak bergembira, sementara perut dia dalam kondisi kosong? Bagaimana mungkin mengajak anak bermain-main atau berolah raga jika anak dalam kondisi sakit? Maka dari itu,pemulihan fisik menjadi syarat utama untuk menyembuhkan psikologis anak-anak korban bencana.

3. Hiburan dan teman bicara
Seterlah kondisi fisik si anak tersembuhkan,langkah selanjutnya adalah mempertemukan mereka dengan orang yang mau menghibur dan mengajak bicara. Kontak dengan orang akan membuat mereka menjadi lebih hidup dan itu diperlukan sekali bagi seorang anak yang terkena trauma. Karena itu ajaklah mereka bersenang-senang, bermain atau mengajak mereka untuk melakukan aktifitas yang bermanfaat Misalnya seperti yang dilakukan beberapa relawan di Yogyakarta yang memberikan pelajaran  pembuatan film dokumenter kepada anak-anak. Aktivitas itu merangsang keingintahuan anak, mereka bersemsngat untuk mengetahui dan mendalami sesuatu yang baru itu. Mereka terhibur, dan melupakan peristiwa yang mencekam itu.

4. Peranan orang luar
Untuk trauma yang disebabkan oleh bencana alam, yang bisa memberikan hiburan, kasih sayang, juga menjadi teman bicara anak-anak adalah orang-orang yang berada diluar lingkungan itu. Para relawan didaerah gempa lebihstres tepat untuk membantu pemulihan psikologis anak. Karena orang-orang yang ada dilingkungan itupun sama saja mereka dalam kondisi yang sangat stresfull dan traumatik. Seseorang yang secara emosional dan fisik tidak dalam keadaan prima, ketika mengasuh atau menolong orang lain pasti akan menular. Karena itulah , peranan relawan dari luar lingkungan korban gempa sangat besar dan penting perananya bagi pemulihan psikologis anak.

5. Boleh jujur
Lantas perlukah menceritakan pada si kecil yang terjadi? Menurut Mitha, jika si kecil telah memasuki masa sekolah dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi, sebaiknya dijelaskan. Boleh saja jujur. Katakan apa yang sebenarnya terjadi. Itu bisa dimulai dengan menggunakan obyek yang berdekatan dengan bencana yang mereka alami. Cara ini akan membantu si kecil untuk memahami kejadian itu sekaligus membantu meringankan bebannya.

6. Ajarkan bersyukur
Jika lingkungan si anak cukup kondusif dan memberi pemaknaan-pemaknaan yang positif atas suatu peristiwa. trauma dipastikan bakal bisa hilang. Kunci utamanya adalah mengajarkan anak untuk bersyukur karena dirinya selamat. Misalnya mengajarkan mereka untuk bersyukur dan tidak menyalahkan orang lain. Hal ini agar anak-anak tidak selalu meratapi peristiwa yang telah berlalu Yang jelas, kasih sayang dari curahan perhatian yang cukup akan lebih cepat menyembuhkan trauma psikologis anak-anak.

Wednesday, March 23, 2011

Gangguan Kecemasan

1. Kecemasan
adalah suatu status suasana hati dikarakteristikkan oleh perasaan  yang tercetak dipikiran dan simton-simton tubuh berapa ketegangan fisik, dimana individu membayangkan antisipasi bahaya dan kegagalan di masa depan (APA, 1994; Barlow, 2002)

Keecemasan melibatkan perasaan, perilaku dan respon fisiologis. Kecemasan dapat menguntungkan dalam jumlah yang sedang, karena dapat mendorong dan meningkatkan penampilan fisik dan intelektual. Kecemasan akan merugikan dalam jumlah banyak karena dapat mengganggu konsentrasi, mendebarkan dan mengganggu fungsi fisiologis.

James-Lange, inti dari teorinya: objek dan waktu

2. Panik
adalah pengalaman yang tidak menentu dari intensi ketidaknyamanan dalam meninggalkan bahaya yang disertai oleh sejumlah simpton fisik semacam pusing atau sesak di dada.

panik di sini didasari minimal empat karakteristik:
a. Jantung berdebar
b. Pusing atau tidak stabil
c. Gemetar
d. Berkeringat
e. Takut mati

Tipe:
a. Situasionally Gound
maksudnya adalah sama dengan spesifik fobia ada empat tipe: binatang, lingkungan alam (contoh:anjing, gelap, ketinggian), blood/ injection/injury (contoh:darah, suntikan, luka), situasional (contoh: tempat tertutup atau transportasi umum).
b. Unexpected: tidak diharapkan atau datang tiba-tiba
c. Situasionally Predisposed: terjadi karena pengalaman.

3. Ketakutan
adalah respon emosional yang berupa reaksi alarm untuk menunjukkan adanya bahaya atau ancaman darurat dalam hidup.


4. Fobia Sosial
fobia sosial ini terjadi karena kurangnya dukungan sosial
cara mengatasi:
a. obat 
b. desensiti sistematis yaitu mengembalikan ke titik semula.

Filosof Hidup dari Seorang Bandit Pembunuh

Seorang bandit yang terkenal dengan tebasan pedangnya hingga mampu menebas kepala orang.ingin bertobat dengan mencari seorang guru yang lebih hebat dari dirinya yang lepas dari kehidupannya dan bertobat. ketika singgah di kota kecil, bandit itu tak mendapati seorang pun untuk dibunuh kecuali seorang filsuf yang tetap tinggal di saungnya.

Ketika ditanya, "mengapa hanya kau saja yang tidak kabur?"

Sang filsuf menjawab, "Setiap orang harus mati suatu ketika. Mungkin bisa saja saya mati di sini. Atau saya bisa mati di sana. Mengapa harus kabur?"

Sang bandit bertanya, "Kamu tidak takut mati?"

Sang filsuf menjawab,"Saya tidak bilang bahwa saya ingin mati. Tetapi bila waktu saya telah tiba maka terjadilah."

Sang bandit menyergak perkataan Sang filsuf dengan lantang, "Saya akan membunuhmu!!"

Sang filsuf menjawab, "Baiklah, namun saya ingin mengatakan sesuatu lebih dulu. Jangan menyangka bahwa Anda membunuh saya. Apakah pedang Anda mampu membunuh angin atau air? Jika Anda mampu menebas air, Anda hanya memisahkannya untuk sesaat dan kemudian ia menyatu lagi. Apabila Anda potong kepala saya tetapi pembunuhan itu adalah urusanmu sendiri. Tak ada kaitannya denganku, karena saya tak ingin dan tak pula takut pada kematian."

Dari sepotong kisah tersebut apa yang Anda ambil hikmahnya? Bisa dikatakan apabila Anda memandang hidup ini tak punya sasaran atau tujuan, Anda barangkali merasa bahwa hidup ini kosong dan tak berarti. Kalau hidup Anda nampak tak punya arti, Anda bisa bertanya-tanya,"MENGAPA SAYA BERSUSAH-SUSAH UNTUK HIDUP?" Anda bisa merasakan bahwa Anda tak lebih dari sekedar menghambur-hamburkan manfaat bumi ini.

Tujuan hidup itu adalah pelepasan diri untuk mencapai tahap pencerahan, terlebih dahulu Anda harus menempuh 3 (tiga) tahap berikut ini:
  1. memperkokoh diri sendiri
  2. mematangkan diri
  3. membuyarkan diri
Ini disebut realistik tentang hidup manusia, karena didasarkan pada realitas yang ultimit.

Kenapa kita harus merasakan penderitaan? Dari mana sebab-sebab penderitaan itu sendiri?
Kita bisa merasakan penderitaan karena penderitaan itu sendiri diciptakan oleh pikiran kita. Penderitaan itu tiada awalnya. Asal yang menyebabkan penderitaan:
  1. ketidaktahuan (kebodohan) tentang ketiadaan-awal.
  2. ketidaktahuan tentang akibat dari penderitaan
  3. kesalahan, bisa timbul dari kontak dengan lingkungan.
Intinya, di sana kita bicara tentang kekosongan dari sudut pandang eksistensi dan eksistensi dari sudut pandang kekosongan. Baik eksistensi maupun kekosongan itu eksis sekaligus taktesis. Apakah Anda mengerti? Jika Anda sudah bisa memahami maknanya, berarti Anda telah tercerahkan.


Apa itu pencerahan?? Bagaimana caranya memperoleh pencerahan? Untuk apa kita memperoleh pencerahan?


Hal tersebut bisa kita simpulkan di bait berikut.
Obyek menjadi obyek karena subyek
Subyek menjadi subyek karena obyek
Ketahuilah bahwa keduanya
pada dasarnya adalah kekosongan
Dalam kekosongan keduanya adalah sama
mengandung semua fenomena

Jadi, untuk mencapai kebahagiaan menurut pakar Barat yang bernama Aristoteles, 
"kebahagiaan adalah satu-satunya tujuan hidup ultimit yang paling logis."

follow

Followers

My Blog List