Baca Selanjutnya Di: http://entry44.blogspot.com/2010/04/cara-membuat-link-berkedip-saat-kursor.html#ixzz1NzR3zzVK simfony jiwa

Translate

lagi nge-hop

Saturday, May 14, 2011

tips agar anda disukai orang lain


Jika anda ingin tampil memikat di hadapan siapa pun, gunakanlah cara berikut, agar anda disukai, yaitu:

·         beradalah di sekitar orang sesering mungkin, karena keakraban menumbuhkan rasa sayang, bukan rasa benci.
·         Jika hendak berbicara dengan seseorang, lakukanlah ketika suasana hatinya sedang baik, sehingga hukum pergaulan bisa berlaku. Bicarakanlah minat atau pengalaman yang sama-sama pernah kalian alami dan cobalah untuk lebih banyak mendengar, jangan terlalu banyak bicara. Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik.
·         Terapkan hukum saling menyukai jika anda menghormati dia atau mengagumi sesuatu yang ada pada dirinya, pastikan dia mengetahui hal ini.
·         Buatlah dia melakukan sedikit kebaikan pada anda, tetapi pastikan bahwa hal itu tidak mengandung kesan perintah. Hal ini menciptakan motivasi tak sadar untuk lebih menyukai anda dan membangkitkan perasaan senang serta hangat dia pada anda.
·         Bangunlah jembatan psikologis dan lakukanlah komunikasi dengan meniru gerak tubuh dan menyesuaikan diri dengan tempo dan nada bicaranya.
·         Pada dasarnya kita tertarik pada orang-orang yang percaya diri. Tunjukkan kepercayaan diri anda dengan mampu tertawa pada diri anda sendiri dan tidak terlalu over menjaga penampilan.
·         Buatlah dia merasa nyaman berada dekat dengan anda. Jadilah orang yang penuh pengertian, baik hati, tulus dan hangat.
·         Milikilah sikap mental yang positif. Anda pasti senang jika berada pada orang yang antusias, bergairah, periang, dan aktif bukan? Mengapa anda tidak bisa seperti itu juga?

Menguak sikap terhadap perubahan perkembangan pada diri kita

 
Pada masa anak menginjak remaja, perubahan entah fisik atau pun yang bersifat psikologis cenderung cepat dibanding perubahan perkembangan  pada usia lanjut. Ini berarti apa yang anak itu rasakan sepenuhnya anda sadari. Contoh komentar yang sering dilontarkan, “Astagfirullah, begitu cepatnya kau tambah besar sejak terakhir kita ketemu, Nak”. Hal itu merupakan bukti bagaimana orang lain memperhatikan perubahan-perubahan ini.

Sama halnya dengan usia lanjut, ketika proses penuaan terus berlangsung, mereka sadar akan kenyataan bahwa kesehatan mereka mulai “berkurang” dan pikirannya mulai “mundur”. Perlu diadakan penyesuaian-penyesuaian baru secara tetap terhadap perubahan ini dalam pola kehidupan mereka. Dengan meningkatnya ketidakmampuan dan kelemahan karena usia lanjut, mereka harus mengurangi kegiatan dan seringkali harus menghentikan aktivitas yang semula memegang peranan penting dalam kehidupan mereka.

Kebanyakan orang cenderung beranggapan bahwa masa lalu adalah lebih baik ketimbang masa kini. Ya, buktinya kenangan dengan mantan pacar lebih membuat anda suka berlama-lama untuk merenung. Atau menangisi penyesalan yang sudah kalian putuskan saat itu lalu mereka berharap bisa mengulang kembali ke masa itu.

Ketika orang menjadi sadar akan perubahan-perubahan yang terjadi atas diri mereka, mereka akan mengambil sikap yang jelas terhadap perubahan ini. Apakah sikap ini akan menyenangkan atau tidak bergantung pada sejumlah faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap terhadap perubahan perkembangan  diri kita adalah: penampilan diri, perilaku, stereotip budaya (Stereotype adalah gambaran-gambaran yang diakui bersama, diterima secara luas dan diwariskan ke generasi. Misal dalam suatu bangsa tiap individu merasa yang lebih tinggi. Atau Hitler (bangsa arya) merasa keturunan pintar), nilai-nilai budaya, perubahan peranan, pengalaman pribadi.

9 fakta yang penting tentang perkembangan: (1)peran kematangan dan belajar dalam perkembangan (2)perkembangan mengikuti pola yang tertentu dan yang dapat diramalkan (3)semua individu berbeda (4)setiap tahap perkembangan mempunyai perilaku karakteristik (5) setiap tahap perkembangan mempunyai resiko (6)perkembangan dibantu rangsangan (7)perkembangan dipengaruhi oleh perubahan budaya (8)harapan social pada setiap tahap perkembangan (9)keyakinan tradisional akan manusia pada semua tingkat usia

Anak Berjiwa Besar


Hari ini saya melihat seorang anak perempuan kira-kira umur 7 atau 8 tahunan. Bisa anda tebak dari topik judul artikel di atas. Anak berjiwa besar. So, you think? Okey,, akan dibahas untuk menuangkan segala pemikiran dan uneg-uneg segala keresahan saya. Boleh dikata, waktunya sekolah untuk umur sekian. Namun di sini, saya kemukakan bahwa saat saya melihat anak tersebut dalam masa liburannya. Boleh anda ketahui, bagi orang-orang ekonomi rendah, belum tentu bisa merasakan nikmatnya liburan layaknya orang-orang berkelas. Saya bukan menyindir anda, namun ini kenyataan yang terjadi pada masyarakat. Bagi mereka anak-anak ekonomi rendah, mereka juga bisa menikmati liburan mereka dengan cara yang unik.

Saya mengangkat topik ini, ada hal hikmah yang akan anda petik di artikel ini. Semua hal yang terjadi pada semua perbedaan di masyarakat Indonesia bukan suatu hal celaka namun sebuah renungan untuk si “hati” pada masing-masing manusia. Adakah mereka yang mampu dan tajam hati dengan melihat sebuah fenomena yang membuat hati kita terketuk.

Dalam hal ini saya kisah kan sebuah anak seorang tukang parkir yang dekil di sebuah kota kecil yaitu kota Purworejo. Rumor masyarakat kota Purworejo adalah kota mati, kota orang-orang yang kurang produktif dibanding kota-kota besar lain(misal kota Semarang, DIY). Dengan menengadah kepala, berdiri di antara rumunan kendaraan bermotor, mobil dia santai dihadapan sepedanya yang kusam. Bagi kita yang menengok, mungkin sepeda tersebut sudah tak layak pakai. Namun bagi dia dan keluarga itu adalah kendaraan yang sangat berharga. Walaupun kusam dengan percaya diri dijaganya seperti seorang satpam. Ehem, maaf seorang anak tukang parkr maksud saya. Hehe ^_^.. disapanya saya dengan nadanya yang mungil, siang mbak…disertai mekar senyumnya, membuat orang yang melihat serasa damai karena masih ada orang yang peduli etika.

Tak sengaja saya mendengar sepintas, ayah dari anak tersebut  menyuruhnya untuk memberli rokok. Hei, kalian terpikir apa yang saya pikirkan? Rokok? Untuk biaya makan keluarganya bagaimana? Mengapa harus beli rokok demi keegoisan seorang ayah, mengapa tak dikumpulkan untuk biaya kebutuhan keluarganya atau untuk menyenangkan putrinya itu. Kalau dipikirkan serius, ini bisa dibilang seorang ayah yang manajemen keuangannya ga bagus. Kalau dalam perusahaan manajemen keuangan yang diatur demikian bisa bangkrut mendadak, alias lengser deh tinggal puing-puing aja.

Kita ber-alih ke kisah tadi ya..jangan berantem soal pemikiran bangkrut. Okey,lanjut!

“Yah, uangnya kurang… rokok 2 batang ga cukup low Rp 1500,- “
“Ganti rokok yang lain Nduk, ni tak tambahin gopek”

Kemudian dikasihkannya rokok 2 batang kepada ayahnya, dan ayahnya memberikan pada sahabatnya se-profesi.

Eh, coba cermati kejadian ini pembaca…

“Yaelah, ternyata habis bayar tagihan..wah-wah ada yang ngibulin di sini, ga tetangga, sodara, eeh teman. Oalah, Nduk-nduk, minta mas mu sana suruh kirim wesel. Teman nggak bisa diandelin, enaknya aja. Pas punya  pura-pura lupa, pas nggak punya  inget, sahut ayah”

Para pembaca, apa yang anda tangkap dari kalimat tersebut? Ada kecewa, ada rasa iri, ada rasa marah sudah membelikan rokok dengan tak ikhlas.. dan.. dan… Menurut kalian, banyak semacam ini terjadi di lingkungan anda? Apalagi orang-orang ekonomi rendah atau yang berkelas? Apakah anda menangkap dari gaya bicara sang ayah tersebut, pasti pendidikannya rendah, benar? Ya, anda benar semua. Pemikiran anda ada benarnya. Lalu apa hubunganya dengan judul artikel saya? Oh tentu ada, anda bisa paham. Mana ada seorang anak yang mau menemani ayahnya bekerja lalu mondar-mandir ikut bekerja. Kalau anda seorang yang punya kasih sayang pada anak, kalau anda punya cara berpikir yang logis, anda pasti takkan membiarkan berlama-lama sang putrinya ikut bekerja seperti ayahnya. Takkan ada seorang ayah yang begitu. Tapi saya bukan protes dengan anda, jika memang ada yang berbuat demikian, menurut saya itu tidak memberdayakan seorang anak. Bagaimana penerus generasi kita mendatang jika di didik seperti itu? Bagaimana moral etika kita yang menurut bangsa lain sangat ngajeni (menghormati) orang lain.

Kritik untuk anda para orang tua yang mempunyai anak, jika anda mempunyai sebuah hati..didiklah anak anda dengan kasih sayang dan moral etika yang sepatutnya seperti yang pernah diajarkan nenek moyang kita. Di mana nantinya anak akan menghormati yang lebih tua, atau pun yang lebih muda darinya. Dari sekian ratus juta anak, puluhan ribu anak ada yang menentang anda (para orang tua) atau membangkang perintah anda. Betapa tidak, itu kembali ke cara didikan anda terhadap putra-putri anda, cobalah untuk introspeksi diri.

Kaitan antara judul topik tersebut, menurutku anak tersebut termasuk anak yang berhati besar. Dia ikhlas menjadi seorang anak tukang parkir. Bisa dilihat dengan kesopanannya menyapa, tidak malu ikut bekerja dengan ayahnya (tanpa wajah terpaksa). Saya yakin, penerus bangsa Indonesia pasti akan mengharumkan bangsa yang kita banggakan ini. Seorang anak kecil, apalagi pada usia anak tersebut ingatannya masih tajam. Dia akan mengingat semua perlakuan yang diterimanya. Jika mendapat perlakuan kasar, besarnya nanti dia akan menjadi anak pemurung, atau bisa jadi 10 x lebih brutal dari sebelumnya. Jika anak mendapat kasih sayang, anak bisa jadi manja atau penyayang. Bisa anda lihat di artikel saya sebelumnya, bagaimana cara mendidik anak yang lebih baik.

Saya bangga pada anak yang saya temui tersebut, dia anak yang mempunyai hati berjiwa besar. Bagiku, tak ada yang mampu dibanggakan yang berupa harta, pangkat/jabatan. Di dunia ini, ada 2 pilihan. Anda ingin menjadi orang yang baik yang melakukan perbuatan baik, atau menjadi orang yang buruk melakukan hal buruk? Namun bisa jadi, orang yang buruk melakukan hal baik karena dia insaf, atau ada yang orang yang baik melakukan hal buruk karena hasutan buruk teman pergaulan/lingkungan. Itulah manusia, tidak ada puasnya jika mengikuti emosi sesaat.  Inti dari artikel ini, bagaimana dengan anda? Anda akan memilih menjadi orang yang seperti apa? Apakah anda sudah bersyukur dengan apa yang sudah anda dapatkan di tiap hari?

Menjadi seorang anak tukang parkir, tukang rongsok, tukang pembersih sampah, dll, tidak masalah. Akan jauh lebih baik, apabila hati anda adalah termasuk hati yang mempunyai jiwa besar. Bukan untuk apa-apa, tapi untuk bangsa kita, untuk keluarga kita, untuk diri kita, dan untuk masa depan anda. Apa gunanya anda dikaruniai otak dan hati, jika anda tak berpikir dan mempunyai welas asih(rasa kasihan) pada sesama pada orang yang membutuhkan.
Eh btw, jangan mikir welas-asih pemain sinetron suami suami takut istri ya^_^ hehehe…

Ini bangsa Indonesia pembaca, kita punya moral etika yang lebih baik untuk kita banggakan.  Ok, selamat  mengapresiasikan perasaan anda sampai sejauh mana. Ini bisa menjadi sebuah renungan, pemacu, atau pun inspirasi, atau lain sebagainya. Lihatlah 10 tahun mendatang setelah perubahan baik anda, akan menjadi apa? Saya yakin, anda takkan menyesal^_^

Saturday, April 30, 2011

khasiat tersenyum

senyum adalah obat paling mujarab untuk semua penyakit dari hati kita. Berikut alasan untuk tersenyum dengan ikhlas.
  1. akan tampak lebih menawan. studi-studi menunjukkan, wajah tersenyum dipandang lebih menarik dibanding wajah yang tak tersenyum
  2. membantu merilekskan. Tersenyum terbukti menurunkan kadar hormon stres.
  3. membantu kelancaran hidup. Jika anda tersenyum kepada orang lain tak dikenal di jalan mereka berkemungkinan 2 kali lebih besar untuk mendekati anda.
  4. menyebarkan kegembiraan. hanya dengan tersenyum membuat anda dan orang-orang di sekitar anda lebih bahagia karena pelepasan endorphin yang membuat kita senang.
  5. Nikmatilah senyum.

Jadikan Pembelajaran apa pun yang terjadi in ur life

Kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan atau harapkan, kendati pun sudah merencanakannya secara baik. Reaksi pertama kita ketika menghadapi kenyataan seperti ini adalah marah, putus asa, mengeluh masalah. melakukan hal seperti ini membuat kita membayar harga tanpa mendapatkan apa pun sebagai imbalannya.

Cara yang lebih baik tapi lebih sulit untuk menghadapi kenyataan ini adalah: jika hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, coba belajar darinya. Begitu juga sebaliknya. Jika mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, belajar juga darinya. Setiap pengalaman, yang pahit atau pun manis, adalah peluang istimewa untuk pembelajaran.

Saat mengalami kegagalan, kita mungkin sulit untuk belajar dari kegagalan itu. Lebih mudah untuk marah atau mengeluh. Mungkin kita akan lega sesaat, tapi kita tetap menjadi kita yang sama.

Kearifan datang dari pelajaran sulit yang diajarkan pengalaman dalam kehidupan kita. Kebijaksanaan mendatangkan respek, kewibawaan dan kearifan. Kita harus membayar mahal untuk mendapatkan kebijaksanaan dari setiap situasi sulit yang bakal dihadapi kita, jika anda memang menginginkannya.Tapi dari semua situasi sulit, kita akan dapatkan hal yang jauh lebih berharga dari yang kita bayarkan. Bersabarlah, Allah SWT selalu membimbing kita.

jangan mengeluh

Jika Menginginkan sesuatu, JANGAN mengeluh, LAKUKAN sesuatu!

Daripada mencemaskan sesuatu, lakukan sesuatu tentang hal yang dicemaskan. Daripada mengeluhkan sesuatu, lebih baik lakukan sesuatu untuk hal itu. Daripada menghabiskan energi untuk menyalahkan, gunakan energi untuk membuat kemajuan positif ke depan.

Daripada memenuhi pikiran dengan penyesalan, lebih baik mengisi hari-hari dengan tindakan yang membangun. Daripada merisaukan kebodohan, lebih baik temukan apa yang harus diketahui.

Jika Anda ingin mempunyai sesuatu, menjadi sesuatu, atau melakukan sesuatu, BANGKIT dan ambil TINDAKAN. Jangan Menunggu. Berhentilah cemas dan mengeluh. OK gd luck!  ^_^

********

Nih dia macam-macam Kepribadian ala William Marston

Menurut William Marston, tipe kepribadian seseorang dapat diketahui berdasarkan observasi terhadap pola perilaku  yang ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri atas tipe dominant, inspiring, supportive, dan cautious.

Tiap tipe kepribadian tersebut menggambarkan paduan dari dimensi gaya hubungan dengan orang lain, yaitu peramah (outgoing) atau pendiam (reserved) dan dimensi prioritas, yaitu berorientasi terhadap tugas (task-oriented) atau berorientasi terhadap orang (people-oriented). Hal ini divisualisasikan dalam tabel di bawah ini:



OUTGOING


TASK ORIENTED
D
I
PEOPLE ORIENTED
C
S


RESERVED


Gambar Paduan Gaya Hubungan yang Menunjukkan Tipe Kepribadian
  • Tipe D (Dominant) merupakan perpaduan Outgoing dan Task-oriented.
  • Tipe I (Inspiring) merupakan perpaduan Outgoing dan People-oriented
  • Tipe S (Supportive) merupakan perpaduan Reserved dan People-oriented
  • Tipe  C (Cautious) merupakan perpaduan Reserved dan Task-oriented
Rincian karakteristik dari tiap-tiap tipe kepribadian tersebut adalah sebagai berikut:
A. TIPE “DOMINANT”
Kata-kata penjelas
Dominan (dominant), pengatur (direct), penuntut/banyak permintaan (demanding), tegas (decisive), tekun (determined), pelaku (doer)
Mind-set
Lakukan! Wujudkan! Raih kemenangan! Hasil!
Hal yang disukai
Kegiatan, Kompetisi, Kerja keras, Melakukan sesuatu, Tantangan, Mendapatkan hasil, Menjadi pimpinan, Menyelesaikan tugas-tugas
Mereka adalah orang yang
Goal-oriented, tidak mudah puas, percaya diri, tabah, tekun, menyadari pentingnya prestasi
Dimotivasi oleh
Tantangan, pilihan, pengendalian
Lingkungan yang dibutuhkan
Kebebasan, kewenangan, kegiatan yang bervariasi, kesempatan berkembang
Gaya komunikasi
Komunikasi lugas/terus terang
Kelemahan
Kurang sensitif terhadap orang lain, kurang bisa santai, kurang sabar.
B. TIPE “INSPIRING”
Kata-kata penjelas
Bersemangat (inspiring), berpengaruh (influencing), penting (important), interaktif (interactive), mengesankan (impressive), berminat pada hubungan dengan orang lain (interrested in people)
Mind-set
Jadi bintang pertunjukan; bersenang-senang dan gembira!
Hal yang disukai
Mempengaruhi orang lain, rencana jangka pendek, membuat orang tertawa, melakukan banyak hal/kegiatan, berbincang-bincang dengan orang lain, prestise, dipandang penting.
Mereka adalah orang yang
Banyak bicara, pandai memulai hubungan, menyenangkan, cenderung membesar-besarkan, mudah gembira, senang menonton.
Dimotivasi oleh
Penghargaan, persetujuan, popularitas
Lingkungan yang dibutuhkan
Prestise, hubungan persahabatan, kesempatan untuk mempengaruhi orang lain, Kesempatan untuk mengilhami orang lain, kesempatan untuk mengemukakan ide.
Gaya komunikasi
Bersahabat dan komunikasi informal
Kelemahan
Kurang bisa mengelola waktu, kurang realistis, kurang mendengarkan orang lain, kurang memperhatikan penyelesaian tugas
C. TIPE “SUPPORTIVE”
Kata-kata penjelas
Pendukung (supportive), kokoh (steady), tabah/teguh hati (stable), ramah (sweet), peka (sensitive), sentimentil (sentimental)
Mind-set
Netral. Bergaullah dengan semua orang. Tidak ada konflik.
Hal yang disukai
Perdamaian, harmoni, ketenteraman hati, kelompok persahabatan, kerja tim, menolong orang lain, kerjasama.
Mereka adalah orang yang
Beorientasi kelompok (team-oriented), bersahabat, kooperatif, teman setia, peka terhadap kebutuhan orang lain, mau memahami dan menerima orang lain
Dimotivasi oleh
Keamanan, penghargaan, kepastian/jaminan (Assurance)
Lingkungan yang dibutuhkan
Wilayah khusus (specialization), identifikasi dengan kelompok, pola kerja yang mapan, situasi yang stabil, lingkungan yang konsisten
Gaya komunikasi
Komunikasi yag hangat, terbuka, tulus.
Kelemahan
Sulit bila harus menghadapi perubahan, tidak mampu mengatakan “Tidak”, sulit bertindak bebas/independen
C. TIPE “CAUTIOUS”
Kata-kata penjelas
Hati-hati (cautious), penuh perhitungan (calculating), mampu (competent), konsisten (consistent), pemikir (contemplative), teliti (careful)
Mind-set
Kerjakan sesuatu dengan benar dan sempurna. Apa rencananya? Sudahkah mempertimbangkan segala sesuatunya? Apa tujuan sesungguhnya? Mengapa?
Hal yang disukai
Konsistensi, kerja hebat, mengerjakan dengan tepat, informasi/data, nilai (value), kualitas, segala sesuatu berjalan dengan benar, ada perencanaan, prosedur, kejujuran.
Mereka adalah orang yang
Berorientasi pada prosedur (procedure-oriented), mengabdikan diri pada tugas, terfokus pada detail, logis, akurat, menaruh rasa hormat (respectful)
Dimotivasi oleh
Jawaban berkualitas, keunggulan, nilai (value)
Lingkungan yang dibutuhkan
Tugas yang ditentukan dengan jelas, sumber daya dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas, bebas untuk mengajukan pertanyaan, resiko terbatas, tugas yang membutuhkan perencanaan dan ketepatan
Gaya komunikasi
Komunikasi yang logis, tepat, dan detail.
Kelemahan
Analisis berlebihan (over-analizyng), kurang mampu menepati deadline, perfeksionis, kurang mampu mengekspresikan perasaan, kurang memperhatikan pentingnya perasaan orang lain.


Hayo kamu termasuk yang mana???hehe he ...!

follow

Followers

My Blog List