Baca Selanjutnya Di: http://entry44.blogspot.com/2010/04/cara-membuat-link-berkedip-saat-kursor.html#ixzz1NzR3zzVK simfony jiwa

Translate

lagi nge-hop

Monday, December 27, 2010

SELEKSI DAN PENEMPATAN MASA KERJA

MAKALAH
SELEKSI DAN PENEMPATAN MASA KERJA



Dibuat untuk memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Psikologi Industi
Dosen Pengampu : Rika Rahmawati, S. Pd








Dibuat Oleh Kelompok I
Semester : IV Anfulen PURWOREJO
  1. Cahaya Fitria Sari
  2. Muslichah
  3. Farida Prihatingsih
  4. Sutini
  5. Supadi





FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
INSTITUT KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN PGRI WATES

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Pada umumnya perusahaan-perusahaan mempunyai kepercayaan yang cukup besar terhadap hasil-hasil dari pemeriksaan psiklogis. Kepercayaan ini didasarkan pada observasi mereka sehari-hari terhadap para tenaga kerja yang baru masuk. Tenaga kerja yang sarjana psikologi disarankan untuk diterima, ternyata pada umumnya dalam hal ini berprestasi memuaskan, sedangkan yang kurang disarankan untuk diterima ternyata dalam prestasi kerjanya kurang sesuai dengan yang diharapkan. Pimpinan yang percaya seleksi pada calon yang disarankan dengan baik, sehingga mereka berkembang dengan baik. Sebaliknya pimpinan perusahaan yang tidak terlalu percaya pada selesksi dengan tes psikologis, tanpa disadari pula akan mencari ’bukti’ bahwa ia benar dalam pendapatnya. Masalah yang dijumpai di sini sama dengan masalah yang dijumpai dalam seleksi, ialah apa yang harus diperhatikan dan yang dapat dilakukan agar hasil pemeriksaan psikologis memberi bahan yang berarti bagi penempatan yang tepat dari tenaga kerja.

  1. Tujuan
  1. Pimpinan perusahaan percaya bahwa seleksi dengan menggunakan tes psikologi akan memmperlakukan para calon yang disarankan dengan baik, dapat berkembang dengan baik dalam bekerja. 
  2. Mengerti tentang seleksi dan penempatan
  3. Memahami perbedaan individu dan varian pekerjaan
  4. Mengerti berbagai strategi seleksi
  5. Memahami model penelitian seleksi tenaga kerja
  6. Mengerti prosedur seleksi tenaga kerja di Indonesia
  7. Mengerti tentang analisis pekerjaan dan metodenya
  8. Mengetahui perlunya mengenali kriteria keberhasilan dalam bekerja
  9. Mengetahui alat ukur psikologis yang digunakan untuk seleksi
  10. Mengetahui tentang keabsahan alat ukur
  11. Mengetahui tentang assessment centre 
BAB II
PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN SELEKSI DAN SASARAN

Seleksi adalah proses pencarian karyawan untuk menyeleksi calon tenga kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang sesuai dengan karakter pekerjaan yang dilamar.

Sasaran seleksi adalah suatu rekomendasi atau suatu keputusan untuk menerima atau menolak seseorang calon untuk pekerjaan, tertentu berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan-kemungkinan dari calon untuk menjadi tenaga kerja yang berhasil pada pekerjaanya.
Dalam proses managerial ada suatu aktivitas kerja membuat suatu rekomendasi untuk menolak atau menerima calon tenga kerja berdasarkan suatu dugaan tentang potensi-potensi dari calon tenaga kerja untuk berhasil dalam bekerja. Kegiatan ini dikenal sebagai:
a. penempatan      
b. seleksi       
c. rekomendasi tenaga kerja
d. penilaian calon tenaga kerja  
e. penyaringan tenaga kerja
Tugas sasaran seleksi: mengevaluasi sebanyak mungkin kandidat untuk menyaring dan memilih seseorang atau beberapa orang yang paling memenuhi syarat kerja

Tugas seleksi ialah menilai sebanyak mugnkin calon untuk memilih seorang atau sejumlah orang (sesuai denganjumlah orang yang diperlukan) yang paling memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan semula.
Penempatan adalah menempatkan karyawan pada bidang pekerjaan yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya (pengetahuan, keterampilan dan keahlian).

Sasaran penempatan adalah suatu rekomendasi atau keputusan untuk mendistribusikan para calon pada pekerjaan yang berbeda-beda berdasarkan suatu dugaan kemungkinan-kemungkinan dari calon untuk berhasil pada setiap pekerjaan yang berbeda.

Tugas dari penempatan adalah untuk menilai para calon dan untuk mencocokkan kualifikasi mereka dengan persyaratan yang telah ditetapkan semula dari setiap pekerjaan.

Pencarian calon tenaga kerja dilakukan lainnya :
1. Iklan di harian-harian, media cetak lainnya.
2. Pendekatan langsung ke sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan kejuruan.
3. Para tenaga kerjanya sendiri yang akan mengajukan kenalan atau anggota keluarganya yang dapat mereka jamin ’kebaikan’ kerja mereka.
4. Pencari kerja melamar sendiri ke perusahaan-perusahaan
B. Perbedaan Individual 
Adanya perbedaan individual : pengetahuan, karakter kepribadian dan fisik, motivasi dsb.
Perbedaan sering dikaitkan dengan : jenis kelamin, budaya, pendidikan dan keahlian. Aplikasinya : wanita atau pria, kebiasaan, latar belakang pendidikan, berpengalaman atau fresh grade. Perbedaan ini digunakan untuk menyeleksi dan menempatkan tenaga kerja pada tempat yang tepat. 
  1. Strategi seleksi 
Campbell, Dunnette, Lawler, Weick (1970) memperkenalkan metode pengumpulan dan pengoalahan data secara mekanikal dan klinikal. Mekanikal ; data dikumpulkan berdasarkan pedoman, prosedur yang sudah ditetapkan. Biasanya dilaksanakan sesuai dengan perhitungan statistik. Misalnya penentuan alat ukur/alat tes yang telah distandarisasikan. Klinikal ; data dikumpulkan dengan cara yang lentur, tergantung pada orang yang mengumpulkan data. Biasanya dengan memperhatikan pola perilaku khusus yang disesuaikan tuntuttan pekerjaan. Misalnya seorang assesor bisa saja mempunyai penilaian yang berbeda dengan assesor lainnya terhadap seorang kandidiat, atau orang yang dievaluasi. 
Uraian dari strategi mekanikal dan klinikal
Interpretasi profil : data dikumpulkan secara mekanikal dan diolah secara klinikal. Hanya dengan menafsirkan profil dari skor-skor alat tes. Misalnya hasil tes kepribadian menunjukkan kebutuhan berprestasi yang tinggi maka ditafsirkan sebagai karyawan yang mempunyai keinginan yang kuat untuk mencapai suatu pretasi kerja. 
Statistikal murni : data dikumpulkan dan diolah secara mekanikal. Skor dari berbagai hasil tes digambarkan dalam suatu persamaan regresi ganda, untuk meramalkan prestasi kerja.  
Klinikal murni : pengumpulan dan pengolahan data dilakukan secara klinikal. Didasarkan pada permalan yang didapatkan melalui wawancara dan observasi perilaku.  
Pemeringkatan perilaku : pengumpulan secara klinikal dan diolah secara mekanikal. Data didapatkan melalui obeservasi dan wawancara kemudian dibuat rating nilainya berdasarkan kualifikasi yang didapatkan melalui wawancara atau observasi. 
Gabungan klinikal : pengumpulan data dilakukan secara mekanikal dan klinikal dan diolah secara klinikal. Merupakan strategi yang sering digunakan. Hasil wawancara, observasi dan skor-skor tes dipadukan secara klinikal untuk meramalkan perilaku. 
Gabungan Mekanikal : data dikumpulkan secar mekanikal dan klinikal data diolah secara mekanikal. Berusaha untuk mendapatkan persamaan regresi antara data mekanikal dan data klinikal. 


  1. Peranan tes psikologi dan wawancara dalam proses seleksi 
Di Indonesia proses penerimaan tenaga kerja berlangsung dalam dua tahapan ; 
  1. Tahap pencarian calon tenaga kerja
Mengusahakan agar jumlah kandidat terkumpul cukup banyak sehingga proses seleksi dapat dilakukan dengan baik. Dengan cara : iklan di media cetak/elektronik, pendekatan langsung, melalui rekomendasi, pencari kerja melamar sendiri ke perusahaan-perusahaan. 
  1. Tahap seleksi tenaga kerja
    1. seleksi lamaran : mempertimbangkan suatu lamaran untuk bisa mengikuti tahapbe seleksi rikutnya atau tidak. Biasanya dengan melihat syarat tertentu ; pendidikan, pengalaman, karakterfisik, atau cukup banyak juga dengan di dasarkan IPK
    2. wawancara awal : berisi mengenai kesediaan kandidat ketika dihadapkan pad kondisi kerjanya, dan evaluasi persayaratan kerja yang ada pada kandidat.
    3. ujian, psikotes tertulis dan psikotes wawancara : kandidat menjalani tes tentang pengetahuan dan keterampilan, mengikuti tes yang menggali aspek psikologis kandidat baik secara tertulis atau secara lisan.
    4. penilaian akhir : melakukan evaluasi terhadap hasil serangkaian tes dan wawancara untuk menentukan apakah kandidat diterima atau ditolak. Yang juga ditindak lanjuti dengan memperhatikan hasil tes kesehatan.
    5. Pemberitahuan dan wawancara akhir : kandidat yang diterima dipanggil untuk mengikuti wawancara akhir untuk diterangkan mengenai berbagai kebijakan perusahaan, seperti misalnya masalah gaji.
    6. penerimaan : kandidat menerima surat keputusan tentang diterimanya kandidat untuk menjadi bagian dari perusahaan. 
  1. Model keabsahan metode seleksi 
Tradisional terdiri dari beberapa langkah yaitu pertama analisis pekerjaan yang meliputi data-data tentang sasaran pekerjaan, tugas-tugas yang harus dijalankan, cara-cara yang digunakan dalam bekerja, bahan-bahan dan alat yang digunakan dalam bekerja.Yang kedua adalah penentuan alat prediksi beserta alat ukurnya ; meliputi tindak lanjut atas data-data analisis pekerjaan dengan menentukan ciri-ciri yang diperlukan agar karyawan berhasil dalam bekerja (prediktor) dan menentukan alat ukur yang akurat untuk menggali aspek kemampuan yang dimiliki karyawan (kriterion). Ketiga menentukan kriteria keberhasilan dan alat ukurnya yang meliputi mentapkan seperangkat kriteria yang menandakan bahwa karyawan tersebut berhasil menjalani pekerjaannya yang dilihat dari segi perilaku yang diharapkan dan juga hasil kerjanya. Keempat keabsahan peramalan yang meliputi tentang keakuratan dari prediktor yang ditentukan dengan melihat arah hubungan antara prediktor dengan kriterionnya. Kelima adalah keabsahan silang yang meliputi meyakinkan keakuratan prediksi dari alat ukur. Keenam adalah rekomendasi untuk seleksi yang meliputi penentuan skor minimum atau kombinasi skor minimum untuk dijadikan sebagai pedoman untuk menyeleksi. 
  1. Analisi Pekerjaan 
Pengertian
Analisis pekerjaan adalah suatu proses kajian sistematis tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu pekerjaan, yang melingkupi tugas-tugas, tanggung jawab dan akuntabilitas untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan ciri-ciri kepribadian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. 
Tujuan Penggunaan
      1. Manusia sebagai tenaga kerja: membuat rencana strategis SDM; seleksi dan penerimaan; pelatihan dan pengembangan; peningkatan karir; evaluasi kinerja ; sistem pemberian imbalan; kesehatan dan keselamatan kerja; hubungan industrial.
      2. Pekerjaan dan organisasi : untuk uraian pekerjaan; klasifikasi pekerjaa; desain kerja dan alat; rekayasa kerja dan perencanaan organisasi 


Metode Analisis pekerjaan
  1. kuesioner ; on-line, mailing, check list, buku harian.
  2. wawancara & observasi ; wawancar perorangan, kelompok atau teknik partisipasi kerja
     
  1. Alat ukur psikologis sebagai prediktor 
Jika suatu analisa pekerjaan sudah menentukan kualifikasi suatu pekerjaan maka yang perlu dilakukan adalah menentukan alat tes yang dapat mengukur kualifikasi yang ada yang dalam hal dijadikan sebagai prediktor. Peramalan ini bisa didasarkan pada skor hasil ujian dan tes, hasil wawancara dan hasil observasi. Biasanya prediktor tersebut berisi tentang kecakapan intelektual, keterampilan merencanakan pekerjaan dan keterampilan untuk mengkomunikasikan ide dan pengalaman. 
Alat psikotes dapat digolongkan dalam :
    1. tes kecakapan : intelektual (IQ), pemahaman ruang dan mekanik, ketepatan persepsi (TKD, IST, CFIT, SPM, FRT)
    2. tes kepribadian objektif : mengungkap kepribadian melalui stimulus yang terstrukutur, yang terdapat dalam tes ciri kepribadian dan kejujuran minat (EPPS, Papikostik, DISC, RMIB, KUDER)
    3. tes kepribadian proyektif : mengungkap kepribadian melalui stimulus yang ambigu misalnya Wartegg tes, DAP, BAUM atau HTP.
    4. tes situasional : mengungkap perilaku yang khas jika dihubungkan dengan variabel lingkungan. Misal FGD, LGD, In-Basket test, Business Game.
    5. tes sikap kerja: mengungkap sikap kerja dalam kondisi kerja buatan (tes Kraepelin dan tes Pauli)
  1. Hasil tes sebagai kriterion keberhasilan 
Akurasi peramalan yaitu adanya korelasi antara skor-skor predictor dan skor-skor dari kriteria keberhasilan. Semakin tinggi IQ diprediksikan akan mencapai keberhasilan yang memuaskan. Semakin rendah IQ diprediksikan akan semakin mengalami hambatan untuk mencapai keberhasilan. Sehingga yang tinggi diterima karena sesuai kriteria dan yang rendah tidak diterima karena tidak dengan sesuai kriteria. 
Kriteria keberhasilan :
Dimensi waktu
  1. kriteria langsung yaitu diperoleh bersamaan dengan diperolehnya skor prediktor
  2. kriteria antara yaitu diperoleh tidak lama setelah skor prediktor diperoleh
  3. kriteria pokok yaitu diperoleh lama setelah skor prediktor diperoleh
Dimensi derajat abstraksi
  1. kriteria pokok yaitu paling abstrak dan susah diukur.
  2. kriteria konseptual yaitu merupakan kriteria yang paling kongkrit
  3. skor kriteria merupakan ukuran-ukuran atau skor-skor yang berhubungsn dengan perilaku yang menjadi kriteria. 
  1. Assessment Centre 
AC merupakan prosedur yang komprehensif dan baku dimana banyak teknik-teknik pemeriksaan yang digunakan yang dikombinasikan untuk menilai orang dalam berbagai tujuan.  
Tujuannya
  1. memilih karyawan untuk dipromosikan kedalam jajaran manajerial
  2. mengindentifikasi karyawan yang memiliki potensi manajerial sejak awal karirnya
  3. menempatkan karyawan pada posisi yang sesuai dengan bakatnya.
  4. membantu karyawan untuk mengidentifikasi kemampuannya dan kemudian mengembangkannya. 
Prosesnya
  1. mengidentifikasi kompetensi pekerjaan manajerial
  2. mengembangkan assessment tools
  3. menetapkan assesses atau calon manajer
  4. menetapkan assessor
  5. melaksanakan assessment
  6. membuat laporan
  7. memberi umpan balik 
Beberapa metode assessment centre
  1. inbasket exercices
  2. LGD dan Role Play
  3. Bussiness Game




















BAB III
PENUTUP

  1. KESIMPULAN
  • Seleksi adalah proses pencarian karyawan untuk menyeleksi calon tenga kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang sesuai dengan karakter pekerjaan yang dilamar.
Penempatan adalah menempatkan karyawan pada bidang pekerjaan yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya (pengetahuan, keterampilan dan keahlian).
  • Adanya perbedaan individual meliputi: pengetahuan, karakter kepribadian dan fisik, motivasi dsb. Perbedaan ini digunakan untuk menyeleksi dan menempatkan tenaga kerja pada tempat yang tepat.
  • Campbell, Dunnette, Lawler, Weick (1970) memperkenalkan metode pengumpulan dan pengoalahan data secara mekanikal dan klinikal. Mekanikal; data dikumpulkan berdasarkan pedoman, prosedur yang sudah ditetapkan. Klinikal; data dikumpulkan dengan cara yang lentur, tergantung pada orang yang mengumpulkan data
  • Di Indonesia proses penerimaan tenaga kerja berlangsung dalam dua tahapan : tahap pencarian calon tenaga kerja dan tahap seleksi tenaga kerja.
  • Model keabsahan metode seleksi: (1)analisis pekerjaan, (2)penentuan alat prediksi beserta alat ukurnya, (3)menentukan kriteria keberhasilan dan alat ukurnya, (4)keabsahan peramalan, (5)keabsahan silang, (6)rekomendasi untuk seleksi.
  • Analisis pekerjaan adalah suatu proses kajian sistematis tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu pekerjaan, yang melingkupi tugas-tugas, tanggung jawab dan akuntabilitas untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan ciri-ciri kepribadian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. 
  • Prediktor biasanya berisi tentang kecakapan intelektual, keterampilan merencanakan pekerjaan dan keterampilan untuk mengkomunikasikan ide dan pengalaman. Alat psikotes dapat digolongkan dalam: (1)tes kecakapan, (2)tes kepribadian objektif, (3)tes kepribadian proyektif, (4)tes situasional, (5)tes sikap kerja.
  • Hasil tes sebagai kriterion keberhasilan yaitu semakin tinggi IQ diprediksikan akan mencapai keberhasilan yang memuaskan, sebaliknya jika semakin rendah IQ akan semakin mengalami hambatan untuk mencapai keberhasilan.
  • Assessment Centre adalah prosedur yang komprehensif dan baku dimana banyak teknik-teknik pemeriksaan yang digunakan yang dikombinasikan untuk menilai orang dalam berbagai tujuan.

  1. SARAN DAN KRITIK

  • Diharapkan dalam penerapan tes psikologi dalam seleksi dan penempatan kerja benar-benar bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dimana pihak yang di seleksi mengerti keahlian mereka sampai seberapa. Jadi jika tidak lolos dalam seleksi diharapkan bisa mengerti satu sama lain. Bukan berarti gagal tapi memang keahlian masing-masing orang berbeda.




















DAFTAR ISI





LAPORAN KULIAH BHAKTI MASYARAKAT

LAPORAN KULIAH BHAKTI MASYARAKAT
IKIP PGRI WATES
TAHUN AKADEMIK 2010/2011

LOKASI

SEKOLAH : SLB NEGERI PURWOREJO
ALAMAT : CANGKREP LOR JL. WR. SUPRATMAN KM.3
KECAMATAN : PURWOREJO
KABUPATEN : PURWOREJO
PROPINSI : JAWA TENGAH




DISUSUN OLEH:

  1. ZAENAL ABIDIN
  2. TUTIK AGUSTIN
  3. ATIYATUN
  4. ATJI HERWATI
  5. CAHAYA FITRIA SARI
  6. LENA SUSILAWATI
  7. FARIDA PRIHATININGSIH
  8. LUSIANA KRISNAWATI
  9. MUSLICHAH
  10. FIRMAN RESTU U.





JURUSAN : PBB
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN


INSTITUT KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI)
TAHUN AKADEMIK 2010 / 2011
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KULIAH BAKTI MASYARAKAT IKIP PGRI WATES
KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2010/2011
DI SLB NEGERI PURWOREJO

Diketahui dan disetujui pada :

Hari :
Tanggal :

Kepala SLB Negeri Purworejo Dosen Pembimbing Laporan


Muh. Khatib, S. Pd                       Dra. Yuliatun
NIP. 19580308 198405 1001        NIP. 19610729 198703 2001


Disetujui dan disyahkan pada :
Hari :
Tanggal :

Tim Pengelola Bakti Masyarakat
Rektor Ketua


Drs. Sumardiono, MM                    Drs. H.M Jumarin, M. Pd.
NIP. 195508161982031005              NIP. 1958080619984031002

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunianya dan rahmat serta hidayahNya, sehingga seluruh rangkaian kegiatan Bakti Masyarakat Mahasiswa IKIP PGRI Wates yang berlokasi di SLB Negeri Cangkrep mulai tanggal 21 Juni 2010 telah dilaksanakan dengan baik dan lancer hingga selesainya penyusunan laporan ini.
Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates di lokasi SLB Negeri Cangkrep diisi dengan kegiatan antara lain. Dari semua rangkaian kegiatan tersebut telah dapat dikerjakan oleh semua peserta Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates, berkat dukungan serta bantuan dari berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan tersebut, baik yang berupa materi, tenaga, maupun pikiran.
Penyusun menyadari atas bantuan dari berbagai pihak, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana program. Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Bapak Drs. Sumardiono, M.M, selaku Rektor IKIP PGRI Wates yang telah member izin kepada penyusun untuk melaksanakan Bakti Masyarakat tahun 2010.
  2. Bapak Drs. M. Jumarin, M.Pd, selaku ketua Panitia Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010.
  3. Ibu Dra. Yuliatun selaku dosen Pembimbinbg Lapangan yang telah tulus ikhlas member perhatian, pengarahan, dan bimbingannya.
  4. Bapak Muhammad Khotib, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SLB Negeri Cangkrep di Purworejo, yang telah berkenan menerima kami dan memberikan pengarahan sehingga terjalin hubungan kerja sama yang sangat baik.
  5. Kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah memberikan bantuan materi, tenaga, dan pikiran hingga terlakasananya semua kegiatan serta terselesaikannya penyusunan laporan kegiatan Bakti Masyarakat ini.
Selanjutnya penyusun menyadari adanya keterbatasan kemampuan dan pengalaman dalam penyusunan laporan ini, sehingga saran dan kritik sangat diharapkan oleh penyusun demi kesempurnaannya.
Akhirnya harapan penyusun, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya.

Purworejo, Juli 2010


Penyusun






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………… ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………… iii
DAFTAR ISI……………………………………………………………….. v
BAB I PENDAHULUAN
Pengertian, Dasar, Tujuan, Manfaat, Status dan sasaran Bakti Masyarakat
  1. Pengertian Bakti Masyarakat…………………………………….. 7
  2. Dasar Pelaksanaan Bakti Masyarakat……………………………. 8
  3. Tujuan Bakti Masyarakat………………………………………… 9
  4. Manfaat Bakti Masyarakat………………………………………. 9
  5. Status Bakti Masyarakat……………………………………….… 11
  6. Sasaran Bakti Masyarakat……………………………………..…. 11
BAB II IDENTIFIKASI MASALAH
  1. Gambaran Umum sekolah / Tempat Bakti Masyarakat
  1. Letak, Lokasi dan aksebilitas…………………………………...… 12
  2. Sejarah berdirinya SLB Negeri Cangkrep………………………… 12
  3. Keadaan Fisik dan Non Fisik……………………………………... 13
  1. Merumuskan Masalah………………………………………………... 13
  2. Inventarisasi Masalah………………………………………………... 14


BAB III PEMILIHAN PROGRAM KERJA DAN PENYUSUNAN PROGRAM
KERJA
  1. Pemilihan Program Kerja…………………………………………… 16
  1. Pertimbangan yang diperlukan dalam pemilihan………………… 16
  2. Program yang dipilih…………………………………………….. 16
  3. Rincian program…………………………………………………. 17
  1. Penyusunan Program Kerja………………………………………… 19
BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM KERJA BAKTI MASYARAKAT
  1. Pelaksanaan Awal………………………………………………….. 23
  2. Pelaksanaan program……………………………………………….. 23
  1. Bidang Perpustakaan……………………………………………. 23
  2. Bidang UKS dan Ruang Layanan Kosultasi……………………. 24
  3. Bidang Pengembangan Sekolah…………………………………. 26
  1. Hambatan dan Penyelesaian dalam Pelaksanaan Bakti Masyarakat
  1. Hambatan Pelaksanaan Bakti Masyarakat ………………………. 28
  2. Penyelesaian Hambatan ………………………………………….. 28
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan …………………………………………………………. 29
  2. Saran ……………………………………………………………….... 30
LAMPIRAN-LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Pengertian, Dasar, Tujuan, Manfaat, Status, dan Sasaran Bakti Masyarakat
  1. Pengertian Bakti Masyarakat
    1. Bakti Masyarakat merupakan salah satu mata kuliah, Intrakurikuler yang menjadi wajib ditempuh setiap mahasiswa program S-1 di IKIP PGRI Wates.
    2. Mata Kuliah Bakti Masyarakat adalah suatu bentuk pendidikan dengan maksud memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam hidup ditengah-tengah masyarakat luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi mengenai masalah-masalah pembangunan yang dihadapi oleh masyarakat pada umumnya yang sekaligus juga merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
    3. Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010 mempunyai sasaran khusus pada masalah pembangunan masyarakat di bidang Pendidikan Sekolah ini sendiri merupakan salah satu bentuk Masyarakat.
    4. Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010 dalam pelaksanaannya mencakup berbagai kegiatan yang meliputi persiapan pelaksanaan, penyusunan program kerja, pelaksanaan program kerja, penyusunan laporan dan evaluasi program yang telah dilaksanakan.
    5. Laporan Bakti Masyarakat adalah suatu karya tulis yang merupakan dokumen resmi, berisikan informasi / gambaran kegiatan mahasiswa mulai dari perencanaan program, pelaksanaan program dan hasilnya, sampai dengan hasil kegiatan.

  1. Dasar Pelaksanaan Bakti Masyarakat
Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates 2010 didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, serta Tap MPR Nomor II/MPR/1997 tentang Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sedangkan dasar pembinaannya adalah :
  1. Pembinaan Teori dan Praktek akademis, juga peranan IKIP PGRI Wates dalam membantu usaha-usaha pembangunan masyarakat pada umumnya dan sekolah pada khususnya.
  2. Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa IKIP PGRI Wates, di sekolah-sekolah sebagai aplikasi pelaksanaan Bakti Masyarakat.
  3. Salah satu kegiatan yang bersifat kemasyarakatan dari IKIP PGRI Wates, sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 dan PP Nomor 30 tahun 1989 dan kurikulum IKIP PGRI Wates tahun 1996.
  4. Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates seperti dimaksud diatas bersifat ilmiah, multidisipliner dan komprehensif untuk membantu sekolah-sekolah.

  1. Tujuan Bakti Masyarakat
Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010 mempunyai tujuan sebagai berikut:
Melatih mahasiswa untuk mengerti, merasa dan melakukan kegiatan yang berupa kegiatan akademis yang berhubungan dengan masalah-masalah persekolahan.
  1. Menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh dari Perguruan Tinggi dengan kondisi obyektif di lembaga pendidikan sekolah.
  2. Melatih mahasiswa untuk bekerjasama menerima langsung aspirasi pelaksanaan pendidikan yang ada di sekolah dan berusaha ikut membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaksana pendidikan.
  3. Meningkatkan pengertian mahasiswa tentang pembangunan lembaga pendidikan pada permasalahan yang komplek.
  4. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya usaha peningkatan mutu tenaga pendidikan.
  1. Manfaat Bakti Masyarakat
Bakti Masyarakat mempunyai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung kepada siswa perguruan tinggi dan warga masyarakat / sekolah.
  1. Manfaat Bagi Mahasiswa
      1. Memperdalam pengertian dan penghayatan tentang cara berfikir dan kerjasama secara inverdisipliner.
      2. Mendewasakan penelaahan dan pemecahan masalah yang ada di masyarakat/ sekolah secara praktis dan ilmiah.
      3. Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program si sekolah demi peningkatan pendidikan.
      4. Membina mahasiswa untuk menjadi seorang motivator dan problem solver.

  1. Manfaat Bagi Perguruan Tinggi
      1. Perguruan Tinggi akan lebih mantap dalam pengisian ilmu atau pendidikan pada mahasiswa dengan umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan sekolah.
      2. Meningkatkan kerjasama antara Perguruan Tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian dengan instansi-instansi atau departemen terkait lainnya dalam melaksanakan pembangunan.
      3. Penerapan ilmu yang abadi, Perguruan Tinggi akan lebih bermanfaat dalam penggarapan berbagai masalah pendidikan di sekolah-sekolah.

  1. Manfaat Bagi Sekolah
  1. Sekolah memperoleh bantuan tenaga dan pikiran untuk merencanakan dan melaksanakan suatu program pendidikan yang semula belum terpikirkan oleh sekolah.
  2. Memperoleh perubahan-perubahan yang diperoleh oleh sekolah.
  3. Membina terbentuknya kader-kader sumber daya manusia yang berkualitas sebagai generasi penerus.

  1. Status Bakti Masyarakat
Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates bersifat wajib untuk ditempuh bagi mahasiswa program Strata Satu (S-1) dengan status intrakurikuler sesuai dengan kurikulum 1997.

  1. Sasaran Bakti Masyarakat
Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010 mempunyai sasaran yang difokuskan pada sekolah menengah umum dan sekolah menengah kejuruan.










BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH

  1. Gambaran Umum Sekolah / tempat BM
        1. Letak, lokasi dan aksesbilitas
Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010 kelompok kami berlokasi di SLB Negeri Purworejo telpon (0275) 3218165. Yang beralamat di Cangkrep Lor Jl. WR. Supratman Km.3, Purworejo 54117.
Sekolah ini letaknya strategis yaitu di Kota Purworejo bagian timur. Tepatnya di perempatan pasar mati, belakang BLK IP Kabupaten Purworejo.

        1. Sejarah Berdirinya SLB Negeri Purworejo
Sekolah SLB Negeri Purworejo berdiri pada tanggal 14 Agustus 1983 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah yaitu Bapak Ismail. Dulunya terdapat SDLB dan SMPLB Yayasan Tiara Bakti, kemudian mulai 1 Juli 2010 diubah menjadi SLB Negeri Purworejo.
Siswa SLB Negeri Cangkrep terdiri dari bagian Tuna Netra (A), Tuna Rungu Wicara (B), Tuna Grahita (C), Tuna Daksa (D), dan Autis. Jenjang kelas terdiri dari TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB.
Proses belajar di SLB Negeri Purworejo ini pada pagi hari dan gedung sekolah adalah milik sendiri. Karena para siswa di sekolah ini terdiri dari berbagai daerah. Maka sebagian siswa ada yang memilih tinggal di asrama sekolah, sebagian lagi ada yang diantar jemput oleh wali murid. Asrama sekolah tersebut merupakan milik sendiri yang dikelola oleh Dinas Sosial.

        1. Keadaan Fisik dan non Fisik
Dilihat dari potensi fisik dan non fisik yang ada di SLB Negeri Purworejo dapat dinyatakan sangat memenuhi syarat sebagai lembaga Pendidikan Sekolah Luar Biasa. Hal ini dapat dilihat dengan tersedianya:
  1. Ruang Tata Usaha dan Kepala Sekolah
  2. Ruang Brahilo / Ruang Komputer
  3. Ruang Guru
  4. Ruang Kelas
  5. Ruang Perpustakaan
  6. Ruang UKS
  7. Ruang Olah Raga
  8. Ruang Aula
  9. Mushola
  10. Gedung Asrama

  1. Merumuskan Masalah
Setelah melaksanakan observasi dilokasi Bakti Masyarakat, ditemukan beberapa masalah:
  1. Bidang Perpustakaan
  1. Penataan dan klasifikasi buku.
  1. Bidang UKS dan Ruang Konsultasi
  1. Ruang UKS yang kotor dan belum tertata.
  2. Obat-obatan yang belum lengkap.
  3. Ruangan yang luas, yang rencananya untuk dijadikan Ruang Konsultasi.
  4. Poster kesehatan yang belum ada.
  1. Bidang Pengembangan Sekolah
  1. Pembuatan papan nama sekolah.
  2. Mengecat skate kelas
  3. Membantu penerimaan siswa baru.
  4. Membantu mengawasi Lomba Seleksi Olimpiade SLB Se-Kedu.

  1. Inventarisasi Masalah
Berdasarkan dari data hasil observasi, maka dapat disusun inventarisasi malasah sebagai berikut:
  1. Bidang Perpustakaan
  1. Penataan buku, mengklasifikasi buku-buku
  1. Bidang UKS
  1. Penataan ruang UKS dan men-skate sebagian untuk ruang konsultasi.
  2. Membersihkan ruangan
  3. Penambahan obat-obat
  4. Poster Papan Kesehatan

  1. Bidang Pengembangan Sekolah
  1. Membantu dan mengawasi dalam pembangunan papan nama sekolah permanen.
  2. Mengecat skate kelas.
  3. Memberikan informasi data-data untuk syarat pendaftaran.
  4. Mengawasi jalannya lomba seleksi Oliempiade SLB se-Kedu.
















BAB III
PEMILIHAN PROGRAM DAN PENYUSUNAN PROGRAM BM

  1. Pemilihan Program Kerja
  1. Pertimbangan yang diperlukan dalam pemilihan
Berdasarkan dari hasil Inventarisasi masalah, maka pemilihan program kerja dilakukan dengan mempertimbangkan:
  1. Kebutuhan sekolah tempat lokasi Bakti Masyarakat
  2. Waktu yang tersedia
  3. Sarana dan dana, potensi sumber-sumber pendidikan di sekolah
  4. Kesinambungan program
  1. Program yang dipilih
Dengan melalui pertimbangan tersebut di atas, maka program kerja yang dipilih meliputi 3 (tiga) bidang kegiatan yaitu:
  1. Bidang Perpustakaan
  2. Bidang UKS
  3. Bidang Pengembangan Sekolah






  1. Rincian Program
RINCIAN PROGRAM KEGIATAN BAKTI MASYARAKAT
IKIP PGRI WATES TAHUN AKADEMIK 2010/2011
LOKASI SLB NEGERI PURWOREJO

NO

MATERI
KEGIATAN

URAIAN
KEGIATAN

TUJUAN

TOLAK UKUR/
SASARAN
KET
1.
2.3.4.5.6.
1.
a. ObservasiMenyusun data untuk penyusunan program kerjaMemperoleh data untuk penyusunan program kerjaTerkumpulnya data untuk penyusunan program kerja

2.
PerpustakaanPenataan dan klasifikasi bukuMembenahi keadaaan, dan agar mudah dalam mencari bukuTerwujudnya kerapian penataan buku

3.
UKS
  1. Membersih-kan dan menata ruang
  2. Penyediaan obat

  1. Pengadaan Poster

-Terlihat nyaman dan terlihat ruang UKS dan konsultasi yang ideal
-melengkapi obat-obatan yang tersedia
Terwujudnya ruang UKS dan ruang konsultasi yang ideal

4.
Bidang Pengembangan Sekolah
  1. Membantu dan mengawasi pembangunan papan nama
  2. Mengecat skate kelas
  3. Pendaftaran peserta didik baru
  4. Mengawasi lomba seleksi Oliempiade SLB se-Kedu.
Agar lancar dalam proses kegiatan
-Terwujudnya papan nama sekolah
-memudahkan menjaring siswa baru


Mengetahui
Dosen
Pembimbing

Dra Yuliatun
NIP 19610729 198703 2001
Menyetujui
Kepala SLB N


M. Khotib, S.Pd
NIP 19580308 198405 1001

Ketua BM


Zaenal Abidin
Purworejo, Juni 2010
Sekretaris


Cahaya F.S.



  1. Penyusunan Program
Setelah pemilihan program kerja, usaha langkah selanjutnya adalah menyusun program kerja yang di sesuaikan antara bidang kegiatan dengan waktu pelaksanaan kegiatan Bakti masyarakat seperti yang tertuang pada lampiran.
Adapun susunan program kerja diuraikan sebagai berikut:
  1. Bidang Perpustakaan
Materi kegiatan : Penataan dan klasifikasi buku
Uraian kegiatan : Menata dan klasifikasi buku kurikulum, mata
pelajaran, kelompok cerita, umum.
Tujuan kegiatan : Membenahi keadaaan, dan agar mudah dalam
mencari buku
Waktu : 4+1 hari, 5 mahasiswa, @ : 6+4 jam : 140 jam
Target : Terwujudnya kerapian penataan buku
Peran mahasiswa : Pelaksana

  1. Bidang UKS
  1. Materi kegiatan : Ruang UKS dan ruang konsultasi
Uraian kegiatan : Membersihkan, membenahi posisi UKS yang
baik, menjemur kasur dan bantal, mencuci spring
bad dan sarung bantal, men-skate ruang yang
kosong untuk ruang konsultasi.
Tujuan kegiatan : Terlihat nyaman dan menata komposisi ruang
UKS yang ideal dan bersih
Waktu : 1 hari, 5 mahasiswa, @ : 6 jam : 30 jam
Target : Terwujudnya ruang UKS dan ruang konsultasi
Peran mahasiswa : Pelaksana

  1. Materi kegiatan : Obat di Ruang UKS
Uraian kegiatan : Pengadaan obat-obatan
Tujuan kegiatan : Melengkapi obat-obatan di UKS
Waktu : 1 hari, 5 mahasiswa, @ : 6 jam : 30 jam
Target : Tersedianya obat-obatan yang lengkap
Peran mahasiswa : Pelaksana
  1. Materi kegiatan : Poster Kesehatan
Uraian kegiatan : Pengadaan poster informasi kesehatan.
Tujuan kegiatan : Memberikan informasi kesehatan
Waktu : 1 hari, 5 mahasiswa, @ : 6 jam : 30 jam
Target : Terciptanya keadaan yang efektif dalam informasi
kesehatan
Peran mahasiswa : Pelaksana

  1. Bidang Pengembangan Sekolah
  1. Materi kegiatan : Papan nama sekolah permanen
Uraian kegiatan : Mengawasi jalannya pembangunan papan nama
sekolah permanen
Tujuan kegiatan : Agar lancar dalam pembangunan
Waktu : 1 hari, 10 mahasiswa, @ : 6 jam : 60 jam
9 hari, 5 mahasiswa, @ : 6 jam : 270 jam
2 hari, 5 mahasiswa, @ : 4 jam : 40 jam
Target : Terwujudnya papan nama sekolah permanen
Peran Mahasiswa : Pelaksana dan Motivator

  1. Materi kegiatan : Skate kelas
Uraian kegiatan : Mengecat skate kelas
Tujuan kegiatan : Agar indah dipandang
Waktu : 3 hari, 5 mahasiswa, @ : 6 jam : 90 jam
1 hari, 10 mahasiswa, @ : 6 jam : 60 jam
1 hari, 5 mahasiswa, @ : 4 jam : 20 jam
Target : Terwujudnya skate yang indah dipandang
Peran Mahasiswa : Pelaksana

  1. Materi kegiatan : Pendaftaran peserta didik baru
Uraian kegiatan : Membantu dalam mendata dan memberikan
informasi mengenai cara pendaftaran serta syarat-syarat mendaftar.
Tujuan kegiatan : Agar lancar dalam pendaftaran
Waktu : 1 hari, 10 mahasiswa, @ : 6 jam : 60 jam
21 hari, 5 mahasiswa, @ : 6 jam : 630 jam
Target : Memudahkan dalam menjaring peserta didik baru
Peran Mahasiswa : Pelaksana

  1. Materi kegiatan : Lomba seleksi olimpiade SLB se-Kedu
Uraian kegiatan : Mengawasi jalannya seleksi lomba olimpiade
SLB se-Kedu
Tujuan kegiatan : Agar lancar lomba seleksi lomba olimpiade
SLB se-Kedu
Waktu : 1 hari, 5 mahasiswa, @ : 6 jam : 30 jam
Target : Terwujudnya kelancaran
Peran Mahasiswa : Pengawas dan Motivator











BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA BAKTI MASYARAKAT

  1. Pelaksanaan Awal
Pelaksanaan Program Kerja Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates di SLB Negeri Purworejo, diawali dengan:
Bidang kegiatan : Observasi
Uraian kegiatan : Menyusun data untuk penyusunan program kerja
Lokasi : SLB Negeri Purworejo
Sasaran : Semua bidang yang terkait dengan pendidikan dan
pengembangan sekolah
Jenis Kegiatan : Dilaksanakan dari tanggal 21 Juni 2010 sampai dengan 22
Juli 2010, sebanyak 1 hari (54 jam).
Terkumpulnya data yang kemudian menjadi tersusunnya Rancangan Program dan matrik Rancangan pelaksanaan (terlampir).

  1. Pelaksanaan Program
Setelah dilaksanakan observasi dan tersusun Rencana Program Kerja, maka dilanjutkan pelaksanaan program kerja, seperti terulang dalam matrik pelaksanaan kerja pada lampiran.
  1. Bidang Perpustakaan
  1. Materi kegiatan :
Penataan dan klasifikasi buku
  1. Tujuan kegiatan :
Membenahi keadaaan, dan agar mudah dalam mencari buku
  1. Masalah yang dipecahkan :
Penataan buku dan mengklasifikasi buku
  1. Lokasi :
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang perpustakaan
  1. Sasaran :
Buku-buku perpustakaan
  1. Jenis Kegiatan :
Kegiatan kelompok
  1. Waktu :
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut diperlukan waktu 5 hari (140 jam)
  1. Biaya dan sumber dana :
Tidak memerlukan biaya dalam bidang ini.
  1. Hasil kegiatan :
Terwujudnya buku-buku yang tertata rapi dan mudah dicari.

  1. Bidang UKS
  1. Materi kegiatan :
      1. Men-skate Ruang UKS dan ruang konsultasi
      2. Melengkapi obat-obatan
      3. Poster Kegiatan
  2. Tujuan kegiatan
      1. Ruang UKS yang rapi dan nyaman
      2. Penyediaan obat
      3. Pengadaan Poster
  3. Masalah yang dipecahkan
Membersihkan ruangan, pengadaan obat, pengadaan poster, menata letak, papan bimbingan.
  1. Lokasi :
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang UKS
  1. Sasaran :
Ruang UKS
  1. Jenis Kegiatan :
Kegiatan kelompok
  1. Waktu :
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut diperlukan waktu 1 hari (30 jam)
  1. Biaya dan sumber dana :
Biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan tersebut Rp 75.000.
Sumber dari swadana mahasiswa
  1. Hasil kegiatan:
Terwujudnya ruang UKS lengkap dan nyaman

  1. Keterangan
Kondisi sebelum dan sesudahnya terlampiran

  1. Bidang Pengembangan Sekolah
  1. Materi kegiatan :
      1. Papan nama sekolah permanen
      2. Skate kelas
      3. Pendaftaran peserta didik baru
      4. Mengawasi Lomba seleksi olimpiade SLB se-Kedu
  1. Tujuan kegiatan:
Agar lancar dalam proses kegiatan.
  1. Masalah yang dipecahkan
Pembuatan papan naman, mengecat skate kelas, pendaftaran peserta didik, seleksi lomba
  1. Lokasi :
Kegiatan ini dilaksanakan di
      1. Halaman depan sekolah
      2. Halaman depan sekolah
      3. Ruang perpustakaan
      4. Ruang guru
  1. Sasaran :
Halaman depan sekolah, ruang perpustakaan, ruang guru.

  1. Jenis Kegiatan :
Kegiatan kelompok
  1. Waktu :
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut diperlukan waktu
      1. 10 hari + 2 hari (330 jam + 40 jam = 370 jam)
      2. 1 hari + 3 hari + 1 hari (60 jam + 90 jam + 20 jam = 170 jam)
      3. 1 hari + 21 hari + 4 hari (60 jam + 630 jam + 80 jam =
770 jam)
      1. 1 hari (30 jam)
  1. Biaya dan sumber dana :
Biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan tersebut
      1. Rp 2.000.000,-
      2. Rp 100.000,-
      3. Tidak memerlukan biaya
      4. Tidak memerlukan biaya
Sumber dari swadana mahasiswa
  1. Hasil kegiatan
Terwujudnya semua kegiatan dengan baik
  1. Keterangan
Kondisi pembuatan papan nama sekolah permanen dan kondisi setelahnya, pendaftaran peserta didik dan saat mengawasi jalannya seleksi lomba ada pada lampiran

  1. Hambatan dan Penyelesaiannya dalam Pelaksanaan Bakti Masyarakat
  1. Hambatan Pelaksanaan Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates Tahun 2010 Kelompok kami mengalami hambatan antara lain:
  1. Tersedianya dana yang kurang mencukupi.
  2. Waktu pelaksanaan Bakti Masyarakat bertepatan dengan liburan akhir tahun pelajaran sekolah, sehingga untuk berhubungan dengan pihak siswa dan sebagainya guru agak mengalami hambatan.
  3. Komunikasi dengan peserta didik dalam seleksi lomba SLB se-Kedu
  1. Penyelesaian Hambatan Pelaksanaan Bakti Masyarakat
Agar semua kendala dan hambatan dapat terselesaikan, maka Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010 kelompok kami dapat mengatasi dengan cara:
  1. Untuk mengatasi kekurangan dana, maka mahasiswa Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates mengadakan iuran.
  2. Meminta seupaya mungkin untuk sebisa mungkin meluangkan waktu dalam penyelesaian program sesuai dengan jadwal piket.
  3. Meminta bantuan guru SLB setempat dalam menerangkan gerakan, ucapan si peserta didik dalam berkomunikasi.





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan iuran pelaksanaan kegiatan dan hasil yang telah dicapai dalam Bakti Masyarakat di SLB Negeri Purworejo dari tanggal 21 Juni 2010 sampai 23 Juli 2010 dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Seluruh program yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh semua, maka mahasiswa peserta Bakti Masyarakat, berkat jalianan kerja sama yang baik dengan pihak SLB Negeri Purworejo.
  2. Secara keseluruhan, program-program yang dilaksanakan peserta dengan hasil-hasilnya dapat diterima untuk dipakai serta langsung dan dikembangkan sebagai tindak lanjut oleh pihak SLB Negeri Purworejo.
  3. Bakti Masyarakat mempunyai manfaat yang sangat besar bagi mahasiswa, sekolah tempat lokasi Bakti Masyarakat dan Perguruan Tinggi, hal ini IKIP PGRI Wates







Saran
Bakti Masyarakat merupakan suatu program kegiatan yang berkesinambungan dari tahun ke tahun IKIP PGRI Wates, maka demi keberhasilan pada Bakti Masyarakat yang akan dating dan demi kemajuan pendidikan SLB Negeri Purworejo dikemukakan beberapa saran:
  1. Bagi SLB Negeri Purworejo
  1. Supaya tetap memelihara sikap kerja sama yang sudah baik dengan IKIP PGRI Wates, bahkan dapat ditingkatkan untuk kelanjutannya.
  2. Semua yang telah dirintis bersama mahasiswa Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates tahun 2010, hendaknya dapat diterapkan dan diteruskan kelanjutannya oleh peserta Bakti Masyarakat tahun berikutnya.
  3. Agar dapat memaklumi atas kehadiran dan hasil karya dari masyarakat, mengingat adanya kekurangan maupun ketrampilan, pengalaman dan dana.
  1. Bagi lembaga IKIP PGRI Wates
  1. Supaya koordinasi antara IKIP PGRI Wates dengan pihak sekolah untuk Bakti Masyarakat lebih baik lagi yang ditunjang dengan pemberitahuan jauh hari sebelum pelaksanaan Bakti Masyarakat.
  2. Kunjungan Tim evaluasi Bakti Masyarakat dengan sesuai jadwal yang telah dibuat.
  1. Bagi Masyarakat Bati Masyarakat
  1. Diharapkan agar kerja sama tim yang lebih baik, solid dalam melaksanakan kegiatan.
  2. Disiplin waktu, tingkah laku dan bekerja sama yang baik demi tercapainya hasil yang lebih baik serta menjaga almamater IKIP PGRI Wates.
  3. Penyusunan program hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan direncanakan sebaik-baiknya.





















LAMPIRAN








DAFTAR LAMPIRAN

  1. Daftar / Biodata Peserta Bakti Masyarakat (foto)
  2. Struktur Organisasi Bakti Masyarakat
  3. Denah Sekolah
  4. Matrik Program Kerja Bakti Masyarakat
  5. Matrik Rencana Pelaksanaan Program Kerja Bakti Masyarakat (disahkan / diketahui pembimbing)
  6. Matrik Pelaksanaan Program Kerja Bakti Masyarakat (disahkan / diketahui pembimbing)
  7. Catatan Kegiatan Harian
  8. Daftar Anggaran Belanja Program Kerja (diketahui pembimbing)
  9. Daftar Realisasi Belanja Kegiatan (diketahui pembimbing)
  10. Buku Tamu
  11. Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan Bakti Masyarakat
  12. Foto Dokumentasi Kegiatan Bakti Masyarakat















Lampiran I

BIODATA ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT
IKIP PGRI WATES
TAHUN AKADEMIK 2010/2011

  1. Nama : Zaenal Abidin
NIM : 08212451
Tempat tanggal lahir : Sleman, 12 Januari 1959
Agama : Islam
Alamat Tugas : SLB N Purworejo, Cangkrep Lor
No Telp/HP : 085292090309
Alamat Rumah : Trirejo Rt. 01/ II, Loano-Purworejo

  1. Nama : Tutik Agustin
NIM : 08212095
Tempat tanggal lahir : Sleman, 12 Agustus 1964
Agama : Islam
Alamat Tugas : SLB N Purworejo, Cangkrep Lor
No Telp/HP : 08157936421
Alamat Rumah : Perum Boro Mukti E4 No.4, Banyuurip-Purworejo

  1. Nama : Atiyatun
NIM : 08212452
Tempat tanggal lahir : Kebumen, 2 September 1961
Agama : Islam
Alamat Tugas : SLB N Purworejo, Cangkrep Lor
No Telp/HP : (0275) 322821 / 08121560288
Alamat Rumah : Pangen Jurutengah Rt. 01/ VI no. 10, Purworejo


  1. Nama : Atji Herwati Meilasari
NIM : 08212440
Tempat tanggal lahir : Purworejo, 5 Mei 1967
Agama : Islam
Alamat Tugas : SLB N Purworejo, Cangkrep Lor
No Telp/HP : 085878191312
Alamat Rumah : Jl. Kliwonan no. 3, Purworejo

  1. Nama : Cahaya Fitria Sari
NIM : 08312439
Tempat tanggal lahir : Purworejo, 31 Mei 1987
Agama : Islam
Alamat Tugas : -
No Telp/HP : 082133699012
Alamat Rumah : Jl. Magelang Km.6, Loano Wetan Rt. 3/II no.22,
Loano-Purworejo 514181

  1. Nama : Lena Susilawati
NIM : 08212518
Tempat tanggal lahir : Jarai, 30 September 1967
Agama : Islam
Alamat Tugas : TK Artha Kencana, Komplek KBN -
Purworejo
No Telp/HP : 081392632462
Alamat Rumah : Komplek KBN D.3 Rt.01/VIII, Purworejo

  1. Nama : Farida Prihatiningsih
NIM : 08212525
Tempat tanggal lahir : Purworejo, 27 April 1967
Agama : Islam
Alamat Tugas : TK Pantisiwi Sukumanah, Purwodadi
No Telp/HP : 085328042003
Alamat Rumah : Perum Pogung Asri Sakinah Boro-Purworejo

  1. Nama : Lusiana Krisnawati
NIM : 08212438
Tempat tanggal lahir : Purworejo, 7 Oktober 1976
Agama : Islam
Alamat Tugas : UPT SKB Kab. Purworejo
No Telp/HP : 085643350353
Alamat Rumah : Ds. Lugurejo Kec. Butuh, Purworejo

  1. Nama : Muslichah
NIM : 08212107
Tempat tanggal lahir : Magelang, 18 Juli 1985
Agama : Islam
Alamat Tugas : R.A. Masyitoh XV
No Telp/HP : 081578964770
Alamat Rumah : Perum Boro Mukti Permai, Purworejo

  1. Nama : Firman Restu Ujiatmoko
NIM : 08112447
Tempat tanggal lahir : Purworejo, 20 Maret 1985
Agama : Islam
Alamat Tugas : -
No Telp/HP : 085643520345
Alamat Rumah : Cangkrep Lor-Purworejo





Lampiran II

SUSUNAN ORGANISASI PELAKSANA BM
IKIP PGRI WATES
TAHUN 2010

Ketua : Zaenal Abidin
Wakil Ketua : Lena Susilawati
Sekretaris :
  1. Cahaya Fitria Sari
  2. Tutik Agustin
Bendahara : Atiyatun
Seksi-seksi:
  1. Seksi Konsumsi : Atji Herwati Meilasari
Seksi Perlengkapan : Lusiana Krisnawati
  1. Seksi Humas : Firman Restu U.
  2. Seksi Dokumentasi : Farida Prihatiningsih
  3. Seksi Kendaraan : Muslichah




Mengetahui
Dosen Pembimbing Ketua Sekretaris



Dra. Yuliatun                           Zaenal Abidin        Cahaya Fitria Sari
NIP 19610729 1987032001    NIM 08212451


ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
BAKTI MASYARAKAT IKIP PGRI WATES YOGYAKARTA
TAHUN 2010 / 2011
LOKASI: SLB NEGERI PURWOREJO
NO
URAIAN
PENERIMAAN
PENGELUARAN
1.

2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
Bantuan dana kegiatan BM
10 x Rp 60.000,-
Bantuan konsumsi peserta BM
Iuran peserta BM 10xRp300.000,-
Bantuan dana kegiatan beserta konsumsi
Konsumsi penerjunan
Transport DPL I
Administrasi sekretaris
Loundri sprey+sarung bantal
Pembelian obat-obatan
Pembelian bahan papan nama sekolah permanen
Pembelian cat skate, kuas
Transport monitoring 3 orang
Konsumsi monitoring
Penyusunan Laporan
Konsumsi penarikan
Transport DPL II
Jilid sampul dan foto copy

Rp 600.000,-
Rp 91.000,-
Rp 3.000.000,-
Rp 91.000,-






Rp 147.500,-
Rp 150.000,-
Rp 100.000,-
Rp 2.500,-
Rp 72.500,-
Rp 2.000.000,-

Rp 100.000,-
Rp 300.000,-
Rp 114.100,-
Rp 40.000,-
Rp 355.400,-
Rp 150.000,-
Rp 250.000,-

JUMLAH
Rp 3.782.000,-
Rp 3.782.000,-

Mengetahui Purworejo, Juli 2010
Dosen Pembimbing Ketua Bendahara

Dra. Yuliatun                             Zaenal Abidin      Atiyatun
NIP. 19610729 1987032001     NIM 08212451    NIM 08212452
Lampiran IX
REALISASI BELANJA / BIAYA KEGIATAN
BAKTI MASYARAKAT IKIP PGRI WATES
TAHUN 2010 / 2011
LOKASI: SLB NEGERI PURWOREJO
NO
TANGGAL
URAIAN
JUMLAH
1.
2.
3.
4.



5.

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
21 Juni 2010
21 Juni 2010
24 Juni 2010
28 Juni 2010



30 Juni 2010

5 Juli 2010
8 Juli 2010
08 Juli 2010
20 Juli 2010
21 Juli 2010
21 Juli 2010
21 Juli 2010
Konsumsi penerjunan
Transport DPL I
Administrasi sekretaris
Loundri sprey+sarung bantal; pembelian obat merah, obat antimo, kapas, perban, minyak kayu putih, pembalut, alkohol/letanol
Pembelian bata, semen, paku, kayu, cat tembok
Pembelian cat skate, kuas
Transport monitoring 3 orang
Konsumsi monitoring
Penyusunan Laporan
Konsumsi penarikan
Transport DPL II
Jilid sampul laporan BM+foto copy
Rp 147.500,-
Rp 150.000,-
Rp 100.000,-
Rp 75.000,-



Rp 2.000.000,-

Rp 100.000.-
Rp 300.000,-
Rp 114.100,-
Rp 40.000,-
Rp 355.400,-
Rp 150.000,-
Rp 250.000,-


JUMLAH
Rp 3.782.000,-



Mengetahui Purworejo, Juli 2010
Dosen Pembimbing Ketua Bendahara


Dra. Yuliatun                              Zaenal Abidin         Atiyatun
NIP. 19610729 1987032001      NIM 08212451       NIM 08212452
Lampiran XII
BERITA ACARA

Pada hari Senin Tanggal dua puluh satu Juni Dua Ribu Sepuluh telah diadakan serah terima hasil kegiatan Bakti Masyarakat Mahasiswa IKIP PGRI Wates yang terdiri dari:
  1. Perpustakaan
  2. Ruang UKS dan men-skate sebagian untuk ruang konsultasi.
  3. Obat-obatan
  4. Poster
  5. Papan nama sekolah permanen.
  6. Skate kelas
  7. Layanan informasi pendaftaran peserta didik baru.
  8. Layanan seleksi lomba Oliempiade SLB se-Kedu.

Dari pihak Pertama
Nama : Zaenal Abidin
NIM : 08212451
Jabatan : Ketua Kelompok Bakti Masyarakat

Kepada Pihak Kedua
Nama : Muh. Khatib, S.Pd
NIP : 19580308 198405 1001
Jabatan : Kepala Sekolah SLB Negeri Purworejo
Alamat : Salaman, Magelang

Dengan ketentuan bahwa:
Pihak Pertama menyerahkan kepada pihak kedua hasil pekerjaan Bakti Masyarakat Mahasiswa IKIP PGRI Wates.
Pihak Kedua menerima hasil pekerjaan Bakti Masyarakat IKIP PGRI Wates. Yang kesemuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Purworejo, Juli 2010
Pihak Kedua Pihak Pertama yang menyerahkan


Muh. Khatib, S.Pd                                 Zaenal Abidin
NIP 19580308 198405 1001

follow

Followers

My Blog List